Sejarah Kawasaki KLX 150 dan D-Tracker 150 di Indonesia, Pelopor Motor Trail dan Supermoto dari 'Geng Ijo'

Muhammad Rizqi Pradana - Sabtu, 31 Juli 2021 | 18:20 WIB

Mengulik sejarah Kawasaki KLX 150 dan D-Tracker 150 di Indonesia, pelopor motor trail dan supermoto dari 'geng ijo.' (Muhammad Rizqi Pradana - )

GridOto.com - Tidak terasa, motor trail dan supermoto dari PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yaitu KLX 150 dan D-Tracker 150 kini sudah berumur lebih dari satu dekade.

Pertama kali diluncurkan masing-masing pada 2009 dan 2010, kedua motor tersebut terutama seri KLX kini menjadi salah satu volume maker untuk KMI.

“KLX itu dulu diluncurkan karena kami lihat segmen pasar itu (off-road 150 cc) masih kosong,” buka Sucipto Wijono, Line Head Sales Promotion KMI kepada GridOto.com, Kamis (29/7/2021).

Sekarang seri KLX jadi salah satu volume maker kami, seri Ninja masih jadi yang pertama, di belakangnya ada KLX, baru seri retro (seri W175),” imbuh pria yang akrab disapa Cipto itu.

Sepanjang sejarahnya, tercatat KMI sudah meluncurkan delapan model KLX 150 dan D-Tracker 150 hingga 2021 ini. Simak lengkapnya berikut ini.

KLX 150S (2009-2015)

Kawasaki
Kawasaki KLX 150S

Pada Mei 2009, Kawasaki KLX 150S resmi diperkenalkan oleh KMI setelah melihat kekosongan segmen motor off-road 150 cc di pasar Indonesia.

Memakai basis KLX 140, KMI mempersenjatai motor trail baru mereka dengan mesin 144 cc berpendingin udara, tenaga maksimumnya 11,5 dk pada 8.000 rpm dan torsi maksimum 12 Nm pada 6.500 rpm.

KLX 150S memiliki ban yang lebih kecil untuk kategori motor trail, yaitu 19 inci di depan dan 16 inci di belakang dibandingkan biasanya yaitu 21 inci di depan dan 18 inci.

Masing-masing terpasang di suspensi teleskopik di depan dan monoshock dengan sistem unitrack di belakang

KLX 150S bisa dibilang cukup sederhana, mengingat sistem pemasok bahan bakarnya masih menggunakan karburator serta panel instrumen yang tidak memiliki tachometer maupun indikator bensin.