Dituntut Rp 10 Miliar, BMW Indonesia Enggan Selidiki Kasus Mesin 535i Gran Turismo Mati Mendadak, Pemilik Buka Suara

Wisnu Andebar - Rabu, 30 Juni 2021 | 15:40 WIB

Ilustrasi: BMW 535i Gran Turismo 2013 (Wisnu Andebar - )

GridOto.com - Yusman selaku pemilik BMW 535i Gran Turismo menggugat BMW Indonesia lantaran mesin mobilnya mati mendadak saat melaju di jalan tol.

Dalam salah satu tuntutannya, penggugat meminta BMW Indonesia untuk meneliti dan memperbaiki BMW 535i Gran Turismo miliknya.

Dalam temuan BMW Indonesia, menyatakan tidak ada masalah teknis pada BMW 535i Gran Turismo pelanggan yang tercatat dalam sistem BMW sejak serah terima ke pelanggan pada 2011 sampai 2017.

"Artinya selama periode BMW Service Inclusive lima tahun dan BMW Repair Inclusive selama dua tahun, kendaraan BMW 535i GT milik pelanggan berkinerja sangat baik," kata Jodie O'tania, Director of Communications BMW Group Indonesia kepada GridOto.com belum lama ini.

Baca Juga: Sidang Pertama Kasus BMW 535i Gran Turismo Mati Mendadak, Tergugat Banyak yang Tidak Hadir

Adapun Yusman melakukan pembelian BMW 535i Gran Turismo yang mati mendadak tersebut pada 2016.

Jodie menyebutkan, tidak ada catatan servis untuk BMW 535i Gran Turismo di Dealer Resmi BMW mana pun sejak 2017 hingga masalah mati mendadak terjadi pada 19 Juni 2020.

"Dengan tidak adanya service record dari 18 Oktober 2017 hingga 19 Juni 2020 di bengkel resmi BMW, sayangnya BMW Indonesia tidak mungkin untuk menyelidiki dan memahami secara lengkap dan akurat kondisi kendaraan BMW yang bersangkutan serta track record-nya," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Yusman meyakini bahwa kendaraan yang memiliki cacat tersembunyi tidak terdeteksi saat dilakukan perawatan rutin.