Longsor di Desa Sukatani Acam Sebagian Badan Jalan Tol Cipularang KM 118, Jasa Marga Pastikan Masih Aman Dilalui

Muhammad Ermiel Zulfikar - Rabu, 12 Februari 2020 | 17:50 WIB

Peristiwa longsor yang terjadi di Desa Sukatani mengacam sebagian jalan Tol Cipularang. (Muhammad Ermiel Zulfikar - )

GridOto.com - Peristiwa longsor yang terjadi di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (11/02/2020) malam, mengancam sebagaian badan jalan Tol Cipularang di KM 118.

Bahkan Ruang Milik Jalan (Rumija) Tol Cipularang yang terletak sekitar 7 meter dari lokasi longsor juga terdampak kejadian ini, tepatnya di KM 118+600 arah Jakarta.

Menanggapi peristiwa itu, Pratomo Bimawan Putra, selaku General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi yang merupakan pegelola jalan tol tersebut angkat suara, dan memastikan Tol Cipularang masih aman untuk dilalui oleh pengguna jalan.

(Baca Juga: Jalan Pintas Palangkaraya-Sampit Segera Dibangun, Waktu Tempuh Trans Kalimantan Makin Cepat)

Pihaknya sudah melakukan pengaman sementara dengan memasang dolken (cerucuk) dan sandbag di sekitar lokasi longsor.

Beberapa petugas juga disiagakan untuk melakukan monitoring dan pengamanan, sebagai langkah antisipasi longsor susulan. 

Istimewa.
Jasa Marga pastikan Jalan Tol Cipularang masih aman dilalui menyusul Longsor yang terjadi di Desa Hergamanah, Bandung Barat.

"Lalu pembersihan saluran drainase, serta memasang rambu-rambu dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk pengaturan lalulintas di sekitar lokasi kejadian," ujar Bima dalam siaran resmi yang diterima GridOto.com, Rabu (12/2/2020).

Bima menambahkan, sebagai langkah antisipasi jangka menengah dan panjang, pihaknya akan melakukan kajian mendalam dengan Tim Ahli beserta Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

(Baca Juga: Jembatan 'Ramayana' Dibongkar Untuk Genjot Pembangunan Tol Layang Pettarani, Target Selesai September 2020)

Untuk penanganan secara permanen di sekitar rumija yang berpotensi mempengaruhi pengoperasian Jalan Tol Cipularang.

"Kami akan melakukan konsultasi dengan pihak Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dan Tim Ahli untuk perbaikan jangka menengah dan jangka panjang dalam mengantisipasi kejadian serupa," tambahnya.

Sebagai informasi, longsor yang juga menimbun dan merusak rumah warga Desa Sukatani ini kabarnya dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dan juga kontur tanah jenuh air di lokasi tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat terpaksa mengevakuasi 80 jiwa ke tempat aman, mengingat longsoran mengancam sejumlah rumah lainnya.