Selain Mau Luncurkan Bus 'Tayo', Wali Kota Tangerang Tidak Mau Batasi Usia Kendaraan, Ini Alasannya!

Harun Rasyid - Selasa, 3 September 2019 | 16:40 WIB

Arief Wismansyah, Wali Kota Tangerang melihat motor custom di Otobursa Tumplek Blek 2019. (Harun Rasyid - )

GridOto.com - Selain ingin membuat transportasi umum yang terintegrasi, yaitu dari Bus Tayo (Tangerang Ayo) sampai angkot dengan konsep retro yang bisa dinikmati dengan satu tarif.

Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah yang senang dengan kendaraan retro, tidak akan membuat kebijakan pembatasan usia kendaraan seperti pada Ingub DKI Jakarta.

"Gak saya gak akan buat pembatasan usia kendaraan, karena hasil uji emisi dari 8 kabupaten atau kota di Banten, Tangerang masih lebih baik," kata Arief, Sabtu (31/8/2019).
Arief juga beralasan, kendaraan retro atau tua juga punya hak untuk tetap berjalan di jalan raya asal kondisinya terawat.

(Baca Juga: Kota Tangerang Akan Meluncurkan Transportasi Umum Terintegrasi, Tarifnya Rp 5.000 Sehari?)

"Kendaraan lawas kalau dirawat dengan baik, hasil uji emisinya juga baik kok dan bisa buat produktif. Kaya mobil VW Kombi banyak dijadikan food truck dan sebagainya," ujar Arief saat di acara Otobursa Tumplek Blek 2019.

Ia berkeinginan, para pemilik kendaraan antik di Tangerang melestarikan dan merawat koleksi motor atau mobil tua kesayangannya.

"Saya ingin para pemilik kendaraan lawas merawat lah supaya tetap layak dipakai dan bisa dapat penghasilan dari situ. Beberapa waktu lalu saya juga bersama dinas terkait melakukan pelatihan eco driving dan uji emisi," tutur Arief.

Mantan Wakil Walikota termuda se-Indonesia itu menambahkan, selain menarik untuk dilihat, pembatasan usia kendaraan juga akan menyusahkan masyarakat.

(Baca Juga: Walikota Tangerang Cari Wangsit di Otobursa Tumplek Blek 2019, Begini Katanya)

"Karena kendaraan yang tua atau klasik itu asik untuk dilihat dan dinikmati keberadaannya. Selain itu kondisi ekonomi di Tangerang juga beda dengan Jakarta yang lebih maju," tutup Arief.