Jumlah Ekspor Mobil Toyota ke Luar Indonesia Turun, TMIIN Enggan Turunkan Target

Dida Argadea - Sabtu, 25 Mei 2019 | 10:30 WIB

Toyota All New Rush siap ekspor (Dida Argadea - )

GridOto.com - Gejolak perekonomian global serta adanya tendensi proteksionisme di beberapa negara mulai membawa dampak bagi pertumbuhan ekspor otomotif nasional.

Volume ekspor mobil utuh (Complete Build Up/CBU) Toyota pada bulan Januari hingga April 2019 tercatat sebanyak 61.600 unit.

Jumlah itu turun 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu dengan jumlah 65.700 unit.

Beberapa penyebab turunnya kinerja ekspor mobil CBU Toyota, antara lain dikarenakan kondisi perekonomian di negara tujuan ekspor terutama di kawasan Timur Tengah dan Filipina.

(Baca Juga: Wuling Siap Ekspor Almaz ke Negara Asean, Ganti Merk jadi Chevrolet Captiva?)

Dari total volume ekspor mobil CBU Toyota, penyumbang terbesar masih dipegang oleh mobil jenis SUV yakni Fortuner dengan volume 14.400 unit, atau 23 persen dari total volume ekspor.

Posisi kedua diisi oleh Rush dengan volume 12.600 unit (20 persen), serta Agya di tempat ke tiga dengan volume 10.800 unit (18 persen).

Model-model lainnya adalah Vios, 7.500 unit, Avanza 8.400 unit, Kijang Innova, Sienta, Yaris serta Town Ace/Lite Ace dengan total volume 7.900 unit.

Menanggapi kondisi performa ekspor yang tertekan, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam angkat bicara.

Menurutnya situasi yang terjadi saat ini merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan.