Pemkot Semarang Luncurkan 72 Bus BBG untuk Trans Semarang

Adi Wira Bhre Anggono - Rabu, 9 Januari 2019 | 20:00 WIB

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi luncurkan 72 bus brbahan bakar gas hasil kerjasama sister city dengan Kota Toyama, Jepang, Rabu (9/1/2018). (Adi Wira Bhre Anggono - )

GridOto.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang kerap disapa Hendi terus melakukan inovasi dan transfer teknologi untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

Seperti baru-baru ini yang meluncurkan 72 bus berbahan bakar gas (BBG) untuk Trans Semarang melalui kerja sama sister city dengan Kota Toyama, Jepang.

Selain Hendi, juga hadir Wali Kota Toyama, Yoshiaki Harada pada peluncuran yang dilakukan di Patra Convention Hotel Semarang, Rabu (9/1/2018) tersebut.

“Kami tidak mau kerja sama yang ada hanya sekedar rundingan tanpa tindak lanjut. Alhamdulillah setelah MoU (Sister City / Kota Kembar) dengan Kota Toyama, langsung ditindaklanjuti dengan mengkonversi bahan bakar solar ke gas untuk transportasi massal,” ungkap Hendi.

Hendi menuturkan, untuk pembiayaan bus BBG, mereka melakukannya dengan skema joint crediting mechanism, yaitu dengan anggaran oleh Pemerintah Kota Semarang dan Toyama sama besar.

(Baca Juga : Prediksi Harga Toyota Avanza Baru yang Bakal Diluncurkan Minggu Depan)

Pada program tersebut, Kota Semarang terpilih sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang masuk dalam jejaring 100 kota tertangguh di dunia.

Oleh karena hal itu, Kota Semarang harus memiliki program dan strategi yang dilakukan dalam  pengembangan transportasi yang terintegrasi.

Selain itu, pengehematan juga dapat dilakukan karena BBG bisa mengurangi penggunaan bahan bakar minyak serta membuat mesin lebih awet.

Saat ini konversi BBG dilakukan dengan sistem retrofit di mana bahan bakar dapat menggunakan gas dan solar.

(Baca Juga : Otoseken: Mau Beli Yamaha XMAX 250 Bekas? Wajib Tahu Keluhan Ini )

Secara detail, dari hasil uji coba yang dilakukan, menurut Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan pada pemakaian harian untuk armada ukuran sedang dibutuhkan rata-rata 80 liter solar dengan harga Rp. 5.150 per liter.

Sedangkan dengan sistem retrofit, hanya dibutuhkan 60 liter gas dan 21 liter solar yang jika dikonversikan rata-rata diperoleh penghematan sebesar Rp 37.900 setiap harinya untuk setiap armada.

Bila dikalikan dengan seluruh jumlah armada dan hitungan per tahun, nilai efisiensinya akan sangat besar.

Ade pun menambahkan jika saat ini, tiga stasiun pengisian bahan bakar gas telah disiapkan yakni terminal Tambak Aji di kantor Dinas Perhubungan, terminal Mangkang dan terminal Kaligawe.

(Baca Juga : Empat Langkah Strategis Bakrie untuk Bus Listriknya)

Ke depan, Hendi juga menjajaki potensi pengembangan hidro energi yang memanfaatkan arus sungai menjadi tenaga listrik.

Hendi melihat Kota Semarang memiliki beberapa sungai dengan arus dan debit yang berpotensi menggerakkan turbin menjadi tenaga lisrik sebagaimana di Toyama.

"Jadi kerjasama sister city atau kota kembar, terkhusus dengan Toyama akan terus kami tingkatkan. Bentuk apa yang baik di Toyama, akan kita aplikasikan juga di Kota Semarang," tegas Wali Kota Semarang itu.

"Ini sudah, terkait transportasi masal ramah lingkungan, selanjutnya kami ingin pembangkit listrik tenaga arus sungai yang ada di Toyama, juga bisa dibangun di Kota Semarang," yakinnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul "Wali Kota Hendi Luncurkan 72 Bus Trans Semarang Berbahan Bakar Gas".

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by GridOto (@gridoto) on