Rem Dengan Teknologi ABS, Bagaimana Cara Kerjanya?

Radityo Herdianto - Kamis, 15 November 2018 | 14:00 WIB

Sensor pintar ESP® mengecek kesesuaian arah laju mobil dengan arah kemudi pengendara hingga 25 kali per detik. Sistem anti-tergelincir akan mengintervensi dengan mulai mengurangi torsi mesin jika nilai pengukuran yang didapatkan tidak selaras. (Radityo Herdianto - )

GridOto.com-Fitur rem dengan ABS sudah seharusnya menjadi peranti wajib yang disematkan di mobil produksi sekarang.

Pasalnya, sistem elektronik pada ABS mampu mendeteksi kecenderungan roda yang akan
mengunci dan mengurangi tekanan pada rem sedemikian rupa.

Sehingga kendaraan tetap terkendali meskipun pengemudi melakukan pengereman penuh
pada berbagai kondisi permukaan jalan dengan daya cengkeram bervariasi.

Lantas, bagaimana cara kerja dari rem ABS?

(BACA JUGA: Seberapa Penting Peran Rem ABS untuk Keselamatan Pada Sepeda Motor?)

Rangkaian rem ABS di mobil terdiri dari beberapa komponen seperti komputer ABS, aktuator hidraulis, pemicu dan sensor kecepatan roda.

Komputer ABS bertindak sebagai otak yang akan menerima input dari masing-masing sensor kecepatan pada roda.

Ketika sensor roda mendeteksi gejala ban mengunci, maka komputer memerintahkan aktuator hidraulis untuk mengontrol tekanan rem.

"Sensor ABS BOSCH membaca setiap 25 kali per detik, jika terjadi gejala ban terkunci maka aktuator akan melakukan pulse braking untuk mencegah ban terkunci," jelas Andrew Powell, managing director Bosch Indonesia (13/11).

(BACA JUGA: Wuling Formo Minibus Tanpa Rem ABS, Begini Cara Pengereman yang Aman)

Ketika pulse braking terjadi, pengemudi akan merasakan getaran pada pedal rem yang menjadi tanda bahwa ABS bekerja.

Selain itu, ABS juga menjadi fondasi bagi pengembangan sistem keselamatan pada kendaraan modern.

"Sebagai contoh, sistem kontrol traksi dan electronic stability program (ESP) bekerja dengan menggunakan sistem ABS," tutup Andrew Powell.