Rupiah Melemah, Yamaha Coba Bertahan dengan 'Subsidi Silang'

Muhammad Ermiel Zulfikar - Kamis, 11 Oktober 2018 | 13:21 WIB

Para petinggi Yamaha saat berada di acara Global launching Yamaha R25 dan R3, yang dilakukan di Jakarta, Indonesia, Kamis (11/10/2018) (Muhammad Ermiel Zulfikar - )

GridOto.com - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar sepanjang semester kedua 2018.

Jika kita tarik dalam beberapa minggu terakhir, nilai tukar dolar AS terus bergerak di level Rp 15 ribu.

Melihat realita tersebut, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) nampaknya masih coba bertahan untuk tidak menaikkan harga produknya.

"Harga masih sama, bertahan sampai sekuat mungkin untuk tahun ini lah ya," ujar Dyonisius Beti, Vice President Director Yamaha Indonesia, saat berada di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

(BACA JUGA: Segini Banderol Yamaha R25 2018, Lebih Murah Dibanding Kompetitornya?)

Lanjut menurut Dyon, rupiah yang melemah terhadap mata uang dari negara Paman Sam itu memang sangat berpengaruh bagi Yamaha.

Meski begitu, pihaknya sudah siapkan beragam cara untuk terus menjaga kestabilan harga produknya.

Sebab, harga merupakan salah satu bagian vital dalam hal penjualan.

Salah satunya caranya untuk menjaga harga adalah 'Subsidi Silang', yakni memanfaatkan dolar yang mereka dapat dari ekspor kendaraan.

(BACA JUGA: Berita Foto: Ini Wujud Asli Yamaha R25 dan R3 Terbaru Versi 2019)

"Daya beli sangat berpengaruh untuk saat ini, kalau kami naikin harga mungkin penjualan turun," ucap Dyon lagi.

"Kami juga beruntung karena banyak ekspor juga, jadi bisa subsidi silang," tutupnya