Dicekik Aturan Baru, Pengusaha Angkot di Bogor Banting Setir Usaha Bengkel Sampai Jaga Warung

By , Senin, 13 Juli 2026 | 10:00 WIB

Ilustrasi angkot Bogor (Tribunnews.com)

Ia tak masalah jika angkot tuanya nanti dirazia karena melanggar peraturan.

"Kasihin aja (kalau kena razia), gimana lagi harus ngikutin pemerintah harus nurut aturan mau enggak mau ya," tutur Soleh saat ditemui, (9/7/26) dikutip dari Kompas.com.

Kalaupun angkotnya terjaring razia dan dikandangkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, ia masih memiliki bengkel mobil untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Meski pendapatan dari bengkel mobilnya tidak menentu karena tergantung pelanggan yang datang.

Jika sedang ramai, Soleh dapat memperoleh Rp 200.000 per hari.

"Kalau sepi enggak dapet apa-apa, diem aja gitu," ujarnya.

Jika sedang sepi, Soleh hanya mengandalkan setoran dari para sopir angkot yang mengaspal sekitar Rp 100.000 per hari.

Namun, kini para sopir hanya membawa setoran Rp 25.000 sampai Rp 40.000 per hari dikarenakan sepinya penumpang.

Baca Juga: Bandel, 16 Angkot Tua Bogor Berakhir Dicoret-coret Cat Semprot Dishub

Berbeda dengan masa jaya angkot, dia bisa mendapatkan pendapatan bersih Rp 100.000 per hari dari para sopir.

"Bisa kebutuhan rumah bisa kebeli apa aja ada lebihnya itu bisa beli apa aja waktu itu istri kan (pegang uang) saya mah. Sekarang mah hancur usaha angkot," ujar dia.

Ia pun meminta Pemkot Bogor untuk membeli unit angkotnya dengan harga Rp 20 sampai Rp 25 Juta guna mengembangkan bengkelnya.

"Ya harapan memang Ini mah Wali Kota kan bayarin aja angkotnya mau Rp 20 juta, Rp 25 juta. Jadi enggak ngerugiin ini yang pengusaha. Buat usaha lain pengin saya jual beli mobil kalau enggak ngegedein bengkel," jelasnya.