Selanjutnya ada Inpres Pembangunan Sekolah Rakyat atau Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Anggaran yang dialokasikan adalah Rp 19,95 triliun.
Sebanyak 100 unit Sekolah Rakyat akan dibangun dengan progres fisik telah mencapai 67,50 persen dan progres keuangan 44,33 persen.
Alokasi anggaran selanjutnya adalah untuk Inpres Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional sebesar Rp 3,23 triliun.
Ditargetkan akses jalan sepanjang 138,5 kilometer akan dibuka, mengendalikan banjir untuk seluas 7.503 hektar, dan pembangunan jaringan irigasi seluas 4.870 hektar.
Saat ini progres fisiknya telah mencapai 12,67 persen dan progres keuangan 2,63 persen.
Kementerian PU mencatat realisasi keuangan sebesar Rp 33,49 triliun hingga akhir Mei 2026 atau mencapai 31,39 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 106,71 triliun.
Sementara itu realisasi fisik Kementerian PU pada periode yang sama mencapai 35,71 persen.
Dody mengatakan, capaian realisasi anggaran tahun ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun terakhir.
Baca Juga: Ultimatum Keras Polisi, Pejabat yang Biarkan Jalan Rusak Bisa Dibui
"Dibandingkan bulan Mei 2024 dan Mei 2025, capaian tahun 2026 memang lebih tinggi. Bahkan mencapai dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan capaian anggaran pada bulan yang sama di tahun 2025," ujar Dody dikutip dari TribunJabar
Pada Mei 2025, realisasi keuangan Kementerian PU tercatat sebesar Rp 15,63 triliun atau 13,99 persen dari pagu anggaran, dengan realisasi fisik sebesar 16,11 persen.
Sementara pada Mei 2024, realisasi keuangan mencapai Rp 32,61 triliun atau 22,34 persen, dengan realisasi fisik sebesar 28,01 persen.