Menurut Yoga, staf kantor juga menyampaikan BS merupakan pejabat manajerial di perusahaan tersebut.
Ia kemudian mencoba menghubungi kembali nomor pemesan, namun tidak diangkat.
"Saya telepon lagi ke beliau yang memesan, pakai nomor saya enggak diangkat-angkat. Lalu coba telfon pakai nomor staf kantor (PT Corfina)," tutur Yoga.
"Enggak taunya penagih utang. Iya nomor debt collector itu," katanya.
Yoga mengaku dirinya dan direktur perusahaan sempat berdebat dengan pria yang memesan ambulans tersebut.
Dari nomor yang berhasil dihubungi, pemiliknya diketahui bernama Robertus Ambon.
Direktur tempat Yoga bekerja juga menyampaikan keberatan karena layanan medis digunakan untuk order fiktif, padahal petugas telah mengeluarkan biaya dan tenaga untuk menuju lokasi.
Namun, pria yang diduga debt collector tersebut justru meledek dengan menawarkan akan mentransfer ongkos perjalanan ambulans.
Baca Juga: Pegawai Honorer Puskesmas Tak Tahu Diri, Bawa Ambulans Buat Angkut Barang Ilegal Ini
"Tapi itu cuma ledekan doang dari dia," tutur Yoga.
Yoga yang kesal juga sempat menyampaikan respons kepada penelepon tersebut.
"Saya bilang, 'suatu saat ada debt collector di jalan kenapa-napa, mohon maaf saya enggak bakal bantu' " tutur Yoga.
Pria di telepon tidak menjawab dan hanya tertawa.