"Sekarang kita masih melakukan exercise. Dan mudah-mudahan doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi," kata dia.
Dengan kondisi tersebut, penyesuaian harga BBM swasta kemungkinan besar akan mengikuti hasil evaluasi pemerintah dan perkembangan harga minyak global.
Artinya, belum ada kepastian waktu, namun arah kebijakan mulai terlihat.
Di lapangan, kondisi SPBU swasta sendiri masih menghadapi tantangan ketersediaan stok.
Shell misalnya, hingga pertengahan April 2026 di sejumlah wilayah masih mengalami kekosongan BBM.
Saat ini, SPBU bahkan hanya beroperasi untuk layanan minimarket dan bengkel.
Sementara itu, Vivo Energy juga mengalami pasang surut stok.
Produk Revvo 90 (RON 90) bahkan hampir tidak tersedia dalam beberapa bulan terakhir, dengan pasokan yang lebih sering tersedia hanya untuk Revvo 92 dan Diesel Primus Plus di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Sedangkan stok BBM BP-AKR relatif lebih baik. BP 92, BP Ultimate, dan BP Diesel kadang bisa ditemui di SPBU.
Baca Juga: Siap-siap, Menteri Bahlil Beri Kode Harga Pertamax Cs dan Dexlite Cs Bakal Lepas Landas
Namun memang terbatas di lokasi tertentu saja. Umumnya, sejumlah SPBU BP-AKR hanya menyediakan BP 92 buat konsumen.
Kondisi ini menunjukkan selain faktor harga, aspek distribusi dan ketersediaan stok juga memengaruhi dinamika pasar BBM swasta.