Dedi Mulyadi Murka, Terpaksa Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung

By , Wednesday, 08 April 2026 | 12:05 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM Channel)

GridOto.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi murka dengan pelayanan di kantor Samsat Soekarno-Hatta kota Bandung.

Alhasil terpaksa, Kepala Samsat Soekarno-Hatta kota Bandung dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

Ini imbas petugas tidak menjalankan surat edaran mengenai pembayaran pajak kendaraan tanpa KTP pemilik pertama yang diberikan Pemprov Jawa barat.

Keputusan ini diambil setelah ditemukan masih ada petugas yang tidak melayani masyarakat sesuai aturan.

Padahal, kebijakan tersebut sudah berlaku di seluruh layanan Samsat di Jawa Barat mulai 6 April 2026.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Akang yang sudah melakukan investigasi tentang efektivitas surat edaran gubernur. Bahwa pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan tidak usah menggunakan KTP pemilik pertama. Dan dalam faktanya masih ditemukan petugas yang tidak melayani dengan baik," kata Dedi dikutip dari Instagram dan telah dikonfirmasi ulang, (8/4/26) menukil Kompas.com.

Dedi mengatakan, temuan tersebut langsung ditindaklanjutinya dengan mengambil langkah tegas menonaktifkan pimpinan Samsat tersebut.

Baca Juga: Gebrakan Dedi Mulyadi, Bayar Pajak Kendaraan Kini Tak Perlu Lagi KTP Pemilik Pertama

Kantor Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung, Jawa Barat. (Kompas.com)

"Dan selanjutnya informasi tersebut kami tindaklanjuti tadi malam. Dan hari ini saya nonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta," terang Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi, pemerintah provinsi akan melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab aturan itu belum berjalan dengan baik.

Pemeriksaan akan melibatkan inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Sehingga dari investigasi tersebut nanti akan ditemukan fakta-fakta apa yang menyebabkan surat edaran tersebut belum berefektif dilaksanakan," tuturnya.