Ramai Gerakan Stop Bayar Pajak Kendaraan, Ini Suasana Kantor Samsat di Jawa Tengah

By , Kamis, 26 Februari 2026 | 09:45 WIB

Ajakan 'Stop Bayar Pajak' di Jawa Tengah semakin meluas. (TikTok)

GridOto.com - Gerakan stop bayar pajak kendaraan di Jawa Tengah ramai di media sosial.

Bahkan disebut-sebut sampai membuat suasana di kantor Samsat akhir-akhir ini sepi.

Faktanya tidak benar 100 persen, gerakan tersebut tidak membuat semua orang terprovokasi.

Masih ada masyarakat yang tetap menjalankan kewajibannya untuk membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) meski mendukung gerakan tersebut sebagai wujud protes terhadap pemerintah.

Salah satunya, Nurhadi (40) Karyawan Swasta di Semarang.

Dia termasuk orang yang mendukung gerakan tersebut, tapi masih sadar sepenuhnya bahwa bayar pajak menjadi kewajibannya sebagai warga negara.

"Saya tetap bayar pajak meski setuju dengan gerakan stop bayar pajak yang sedang ramai di media sosial, saya anggap itu sebagai kritik ke pemerintah agar memperbaiki pelayanan publik," ucap Nurhadi, (17/2/26) melansir Kompas.com.

Baca Juga: Gerakan Stop Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Serius, Gubernur Ahmad Luthfi Didesak Lakukan Ini

Kondisi di Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Semarang II di Banyumanik, (24/2/26). (Titis Anis Fauziyah/Kompas.com)

Seruan tersebut muncul dari keresahan sebagian masyarakat terhadap kenaikan PKB setelah pemberlakuan opsen pajak daerah.

Banyak pemilik kendaraan mengeluh karena nominal pajak dinilai melonjak cukup tinggi, sehingga memicu ajakan di media sosial untuk menunda atau tidak membayar pajak.

"Fakta di lapangan, memang ada kenaikan total PKB yang harus dibayarkan, mungkin ini memberatkan bagi sebagian orang, tapi kalau saya lebih menyoroti pengalokasian dana pajak ke masyarakat," ucap Nurhadi.

Akibatnya, muncul gelombang protes berupa ajakan stop bayar pajak sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah daerah agar mengevaluasi kebijakan.