"Saudara Bastian ini sudah menelepon ke pihak finance bahwa tunggakan tersebut akan dibayar beberapa minggu kemudian," papar Andri.
Namun, hal tersebut tidak dihiraukan oleh para debt collector itu. Mereka justru mengaku membawa surat kuasa dari Mandiri Tunas Finance.
Baca Juga: Premanisme, Polisi Sebut Debt Collector Tarik Kendaraan di Jalan Serupa Aksi Begal
"Jadi prosesnya saja yang tidak dibenarkan dalam penarikan ini," imbuh dia.
Namun, korban tetap meminta kejelasan identitas para penagih tersebut.
Bahkan, korban meminta petugas keamanan perumahan untuk menahan kendaraan para debt collector di gerbang agar identitas mereka dapat diperiksa.
"Karena identitasnya belum jelas, korban meminta sekuriti untuk menyetop mobil debt collector itu di gerbang agar dimintai identitasnya," jelas Andri.
Saat di gerbang perumahan inilah situasi kembali memanas.
Tepatnya sekitar pukul 16:00 WIB, salah satu debt collector diduga mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban.
"Di depan gerbang itu terjadi penusukan. Korban ditusuk tiga kali, dua di bagian perut dan satu di punggung," beber Andri.
Baca Juga: Baku Hantam Jadi Bumbu Penarikan Kendaraan Kredit Macet, Kata Debt Collector Ini Sumber Masalahnya
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit swasta sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk menjalani operasi.
Sementara itu, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo membenarkan adanya peristiwa tersebut.