Menggores Hati, Serang Ibu Pasien Sakit Jantung Tutup Usia di Bak Mobil Pikap Sekam Padi

By , Jumat, 16 Januari 2026 | 16:10 WIB

Khotimah (43), seorang ibu pasien sakit jantung yang meninggal di bak mobil pikap karena tidak mendapat layanan ambulans di Puskesmas Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah (Permata Putra Sejati/TribunJateng.com)

Ia bahkan sempat mendapat jawaban bahwa petugas harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak RS agar tidak 'diomeli'.

"Menurut saya, karena pasien sudah parah, tidak perlu prosedur lah. Kalau ada sopirnya, langsung bawa saja. Kondisinya sudah lemas dan sesak sekali," tegasnya.

Merasa tak ada kepastian, keluarga akhirnya memutuskan membawa Khotimah keluar dari puskesmas secara mandiri.

Baca Juga: Kerugian Rp 827 Juta, Ini Penjelasan Pemkab Aceh Utara Buntut 32 Motor Dinas dan Ambulans Lenyap

Penjelasan pihak Puskesmas Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah yang dituding tidak memberikan pelayanan ambulans ke pasien sakit Jantung (Fadlan Mukhtar Zain/Kompas.com)

Khotimah dibonceng tiga menggunakan motor.

Namun, di tengah jalan, sekitar 3 kilometer dari puskesmas, Khotimah pingsan.

Keluarga kemudian memberhentikan sebuah mobil pikap bermuatan sekam padi yang melintas untuk meminta pertolongan.

Di atas bak terbuka itulah, disaksikan anaknya yang masih berusia 17 tahun, mulut Khotimah mulai mengeluarkan busa sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

"Sopirnya sampai tidak enak karena mobilnya bawa merang (sekam padi). Tapi mau nolong," kenang Nurdiansyah.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Puskesmas Pekuncen 1, dr. Dewi Astuti, memberikan klarifikasi.

Ia menyatakanpihaknya telah menjalankan prosedur stabilisasi pasien sesuai SOP penanganan penyakit jantung.

Baca Juga: Tertangkap Basah, Ambulans Dinas Pemkab Lebong Ditemukan Jadi Mobil Pejabat Esselon IV