Anton menjelaskan, beberapa keterbatasan BEV yakni infrastruktur, durasi pengisian daya baterai, dan jarak tempuh.
Hal-hal tersebut menjadi faktor utama yang membuat pasar BEV di China sudah memasuki titik jenuh.
"Jadi perkembangan ke plug-in hybrid karena jarak bisa jauh, kadang-kadang masih bisa isi bensin kalau diperlukan," imbuhnya.
Deretan Mobil PHEV yang Meluncur Sepanjang 2025
Tahun 2025 juga menjadi momen masuknya sejumlah model PHEV dari pabrikan China ke pasar nasional.
Chery bisa dibilang menjadi pabrikan paling agresif memasarkan PHEV, lewat dua model andalan mereka yakni Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH.
Sama seperti saudaranya, Jaecoo yang notabene merupakan brand di bawah naungan Chery Group juga memasarkan dua model berteknologi PHEV yakni J7 SHS, dan J8 SHS.
Baca Juga: Sukses Main EV, BYD Bakal Bawa Mobil PHEV ke Indonesia Tahun 2026
Geely turut meramaikan pasar PHEV Indonesia dengan meluncurkan Starray EM-i, yang dibanderol Rp 499 juta on the road (OTR) Jakarta.
Pabrikan terakhir yang turut memasarkan kendaraan PHEV di Tanah Air adalah Wuling melalui Darion PHEV, yang dibanderol mulai Rp 439 juta OTR Jakarta.