Kaleidoskop 2025, Ramai Pabrikan China yang Jamah Pasar PHEV

By , Kamis, 01 Januari 2026 | 16:30 WIB

Ilustrasi Chery Tiggo 8 CSH saat pengisian daya baterai di SPKLU (Faisal/GridOto.com)

Anton menjelaskan, beberapa keterbatasan BEV yakni infrastruktur, durasi pengisian daya baterai, dan jarak tempuh.

Hal-hal tersebut menjadi faktor utama yang membuat pasar BEV di China sudah memasuki titik jenuh.

"Jadi perkembangan ke plug-in hybrid karena jarak bisa jauh, kadang-kadang masih bisa isi bensin kalau diperlukan," imbuhnya.

Deretan Mobil PHEV yang Meluncur Sepanjang 2025

Tahun 2025 juga menjadi momen masuknya sejumlah model PHEV dari pabrikan China ke pasar nasional.

Chery Tiggo 9 CSH Diperkenalkan di GIIAS 2025, Harganya 719 Jutaan! (FahmyFM/GridOto.com)

Chery bisa dibilang menjadi pabrikan paling agresif memasarkan PHEV, lewat dua model andalan mereka yakni Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH.

JAECOO J7 SHS (Super Hybrid System) (Radityo Herdianto / GridOto.com)

Sama seperti saudaranya, Jaecoo yang notabene merupakan brand di bawah naungan Chery Group juga memasarkan dua model berteknologi PHEV yakni J7 SHS, dan J8 SHS.

Baca Juga: Sukses Main EV, BYD Bakal Bawa Mobil PHEV ke Indonesia Tahun 2026

Geely turut meramaikan pasar PHEV Indonesia dengan meluncurkan Starray EM-i, yang dibanderol Rp 499 juta on the road (OTR) Jakarta.

Wuling Darion PHEV (Wuling)

Pabrikan terakhir yang turut memasarkan kendaraan PHEV di Tanah Air adalah Wuling melalui Darion PHEV, yang dibanderol mulai Rp 439 juta OTR Jakarta.