GridOto.com- Kompresi mesin menjadi salah satu faktor yang menentukan performa kendaraan saat digunakan sehari-hari.
Jika tekanan kompresi di ruang bakar mulai menurun, pembakaran campuran udara dan bahan bakar tidak lagi berlangsung secara optimal sehingga tenaga mesin ikut berkurang.
Dalam banyak kasus, kondisi tersebut disebabkan oleh ring piston yang sudah aus akibat usia pakai maupun kurangnya perawatan mesin.
Jauhir Aji, pemilik bengkel spesialis mesin di Kemanggisan, Jakarta Barat, mengatakan ring piston memiliki fungsi menjaga kerapatan antara piston dan dinding silinder agar tekanan kompresi tidak bocor.
"Kalau ring piston udah aus, kompresinya bocor, jadi tenaga mesin pasti turun karena tekanan di ruang bakarnya enggak maksimal," ujar Jauhir kepada GridOto.
Baca Juga: Koil Ignition Rusak Tidak Selalu Bikin Mesin Mobil Mati, Ini Gejalanya
Selain membuat performa mobil terasa ngempos, kebocoran kompresi juga berdampak pada konsumsi bahan bakar yang cenderung lebih boros karena proses pembakaran menjadi kurang efisien.
Gejala lain yang mudah dikenali adalah oli mesin cepat berkurang karena sebagian pelumas ikut masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama campuran bahan bakar.
"Biasanya knalpot mulai ngebul putih agak kebiruan, terus olinya cepat habis karena ikut kebakar di ruang bakar," jelasnya.
Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, gesekan antar komponen mesin juga akan semakin besar sehingga suara mesin terasa lebih kasar dibandingkan kondisi normal.
Baca Juga: Busi Tidak Sesuai Spesifikasi Bisa Pengaruhi Performa Mesin Mobil
Dalam jangka panjang, kompresi yang terus menurun berpotensi mempercepat keausan komponen internal lain dan meningkatkan risiko mesin harus menjalani overhaul.
Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak mengabaikan gejala seperti tenaga yang menurun, asap knalpot yang tidak normal, maupun oli mesin yang cepat berkurang.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan sumber kebocoran kompresi sehingga kerusakan tidak berkembang menjadi lebih parah dan biaya perbaikannya tetap terkendali.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR