Setelah jadi, cell baterai yang sudah digabungkan ditempatkan di case sesuai dengan jenis mobilnya.
Menariknya, pabrik perakitan baterai SAIK TECH Company yang juga merupakan bagian dari SGMW bisa memproduksi baterai sampai 3.000 pack per hari.
Baca Juga: Pamerkan Mobil Terbaru, Ini Cara Wuling Ajak Perempuan Mengenal EV
Hasil ini untuk mensuplai produksi domestik sampai kebutuhan ekspor ke beberapa negara termasuk Indonesia.
Klaimnya baterai ini sudah memenuhi standar pengujian seperti uji tembak, jatuh dari ketinggian 8 meter dan paparan api selama 270 detik dan penetrasi jarum agar lolos persyaratan.
Oh iya, Shi Guoyong selaku General President SAIK TECH Company berjanji akan membawa teknologi sampai mesin perakitan baterai ini ke Indonesia.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR