GridOto.com - Kekompakan warga di sekitar Bypass Padang, Sumatera Barat terhadap truk pengangkut telur yang alami kecelakaan bikin haru.
Mereka tidak menjarah, tapi rame-rame membeli telur yang masih layak demi ringankan kerugian sopir.
Informasi ini diunggah di sosial media, salah satunya akun Instagram @clevault.id, (1/7/26).
Disebutkan dalam keterangan postingan, kecelakaan yang dialami truk pengakut telur tersebut terjadi di KM 20 Jalan Bypass Padang, Sumbar, (22/6/26) lalu.
Video momen tersebut pun ramai beredar di media sosial dan menuai banyak apresiasi dari warganet.
"Pada 22 Juni 2026, sebuah truk pengangkut telur mengalami kecelakaan di Jalan By Pass, Padang. Alih-alih menjarah muatan yang berserakan, warga yang datang ke lokasi, terutama para ibu, memilih membeli telur yang masih layak dijual sebagai bentuk kepedulian terhadap sopir yang mengalami kerugian. Tindakan tersebut menuai apresiasi di media sosial karena dinilai mencerminkan nilai kejujuran, empati, dan semangat gotong royong di tengah musibah." tulis keterangan dalam video.
Pemandangan tersebut tampak kontras dengan insiden penjarahan telur oleh warga terhadap pikap yang mengalali kecelakaan di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, (28/6/26) kemarin.
Bukan membantu, warga justru menjarah telur tersebut dengan muka gembira, seolah merasa tak berdosa.
Kejadian terjadi sekira pukul 16.00 WIB, tepatnya di dekat tanjakan Jembatan Kali Kacangan.
Telur yang tidak pecah, seluruhnya habis diambil oleh warga.
Baca Juga: Pikap Muat Telur 1,3 Ton Terguling di Purbalingga, Sopir Terjebak Tapi Warga Sibuk Menjarah
Pengalaman itu dialami oleh Arif (50) selaku pemilik telur yang sedang bersama karyawannya, Romadhon (23).
Arif bercerita, pikapnya terguling setelah menghindari Avanza hitam yang melaju kencang dan sedikit menengah.
Saat itu kondisi pikap-nya terjungkal hingga miring dan dia belum bisa keluar.
"Kami masih di dalam kabin. Warga datang katanya mau menolong tapi nyatanya pada ngambilin telur sampai habis," katanya melansir Tribunbanyumas.com (30/6/26).
Arif mengatakan, setengah jam kemudian dia dan karyawannya baru ditolong oleh warga keluar dari pintu kiri.
Saat di naik ke atas pikap, dia menyaksikan telur-telurnya sudah diambil semua.
Tidak hanya satu dua kilogram, bahkan ada yang membawa satu peti.
"Saat itu saya gak bisa ngomong apa-apa karena masih shock habis kecelakaan. Saya pikir mereka hanya mau mewadahi lalu dipinggirkan.
Tapi yang terjadi malah ada yang bilang, alhamdulillah panen telur dan sebagainya," ungkapnya.
Arif menyayangkan, tidak ada warga yang mengingatkan atau melarang agar telur-telurnya tidak diambil.
Baca Juga: Viral Truk Rem Blong di Salatiga, Warga Pilih Menolong Ketimbang Menjarah Susu Kaleng
Justru saat keesokan harinya dia datang ke TKP, kepala dusun mendapatkan pengakuan dari warga telur-telur tersebut diikhlaskan oleh pemiliknya.
Sedangkan warga yang ditemuinya justru menyalahkannya karena tidak melarang saat di TKP.
"Kata pemuda di sana, jenengan kalau kecelakaan harusnya bilang ke warga, jangan diambil, dikumpulkan saja. Pasti warga nurut," ujarnya.
Arif menjelaskan, telur yang sedang diangkutnya ada sebanyak 133 peti atau sekira 1,33 ton dengan nilai Rp 26 juta.
Arif mengungkapkan, dia tidak berharap banyak atas kerugian yang dialami, harapannya warga yang masih memiliki hati nurani agar mengembalikan telurnya.
Dia pun sangat berterimakasih telah ditolong oleh warga saat mengalami kecelakaan.
Dia mengaku tidak ingin berkonflik dengan warga di daerah tersebut karena setiap hari pasti melintasi lokasi.
"Tidak apa-apa ambil satu atau dua kilogram. Tapi tolong yang membawa sampai satu dua peti agar dikembalikan, saya juga hanya masyarakat yang sedang usaha," katanya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR