Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Teknologi Mobil Listrik

Banyak Samanya, REEV dan Serial Hybrid Punya Satu Kunci Sukses Ini

Rayhansyah Haikal Wishnumurti - Selasa, 30 Juni 2026 | 19:05 WIB
Begini rasanya nyetir Changan Deepal S05 REEV langsung dari Tiongkok
Isal/GridOto.com
Begini rasanya nyetir Changan Deepal S05 REEV langsung dari Tiongkok

GridOto.com - Teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) bisa disebut jagoan yang berbeda dari Plug-in Hybrid Electric Vehicle pada umumnya.

Mobil seperti Changan Deepal S05 REEV dan Mazda MX-30 R-EV sebenarnya punya koneksi kuat dengan mobil-mobil series hybrid seperti Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid dan Nissan Kicks e-POWER.

Keempat mobil ini punya beberapa kesamaan. Pertama, semua mobil yang disebutkan memiliki motor listrik yang memberi tenaga langsung ke roda.

Pada PHEV dan HEV umumnya, tenaga motor listrik mesti melalui Dedicated Hybrid Transmission (DHT) seperti e-CVT yang juga mengontrol output mesin.

Poin plusnya, mesin bisa bertindak sebagai generator listrik ke baterai atau memberi tenaga langsung ke roda secara efisien bersama dengan motor listrik atau secara independen.

Pengunjung Daihatsu Kumpul Sahabat Depok juga bisa test drive langsung Daihatsu Rocky e Smart Hybrid
Nurul/GridOto
Pengunjung Daihatsu Kumpul Sahabat Depok juga bisa test drive langsung Daihatsu Rocky e Smart Hybrid

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Komponen Ini Jadi Pembeda PHEV dan REEV

Sementara Series Hybrid dan REEV sama-sama menyadur tenaga langsung dari motor listrik, memberikan respons tenaga yang lebih instan mirip dengan mobil listrik.

Selain itu, Series Hybrid dan REEV memiliki mesin yang hanya tersambung pada generator listrik dan bertindak mengisi daya baterai.

Perbedaan kunci series hybrid dan REEV pun simpel. Series Hybrid hanya bisa diisi bensin layaknya mobil bensin biasa, sedangkan REEV bisa dicas dan diisi bensin.

Keuntungan tambahan REEV adalah baterai yang lebih besar sehingga bisa berjalan senyap lebih jauh, mirip seperti PHEV.

Nah, kunci sukses utama REEV dan series hybrid adalah arsitektur yang lebih simpel karena tidak menambah dedicated hybrid transmission.

Ilustrasi BMW i3
bmw.ie
Ilustrasi BMW i3

Baca Juga: Mencoba Nyamannya Kabin Changan Deepal S05, Ketemu Fitur-Fitur Ini

Alhasil teknologi REEV dan series hybrid bisa memiliki biaya produksi lebih rendah dari PHEV atau series-parallel hybrid.

"Secara garis besar, production cost bisa lebih efisien, selagi memberikan penggunaan harian yang lebih maksimal," kata Dwi Setiyoko, Technical Sales Changan Indonesia.

Bonus dari arsitektur simpel ini adalah REEV dan series hybrid bisa diwujudkan dalam format yang sangat kompak.

Format super kompak REEV bisa ditemukan pada BMW i3 REx yang memiliki mesin 2 silinder 647 cc sebagai generator untuk baterai.

Editor : Trybowo Laksono

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa