GridOto.com- Harga sejumlah suku cadang mobil, termasuk filter udara, kini mengalami kenaikan di pasaran.
Seperti hasil penelusuran GridOto di sentra otomotif Pasar Mobil Kemayoran dan beberapa toko online, memang ada kenaikan harga komponen filter udara.
Meski begitu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak menunda penggantian filter udara hanya demi menghemat biaya.
De Bagas, penanggung jawab toko Aji Motor di Pasar Mobil Kemayoran, mengatakan filter udara memiliki batas usia pakai yang perlu diperhatikan.
"Kalau filter udara sudah kotor jangan dipaksa dipakai terus, karena nanti efeknya malah ke performa mesin," ujar Bagas.
Baca Juga: Filter Udara Kotor Hambat Aliran Udara ke Mesin, Ini Efeknya
Menurutnya, filter udara umumnya perlu diganti setiap 15.000 hingga 20.000 kilometer atau maksimal satu tahun pemakaian.
Namun, interval tersebut juga bergantung pada jenis filter serta kondisi lingkungan tempat kendaraan digunakan.
Mobil yang lebih sering melintasi jalan berdebu biasanya membutuhkan penggantian filter udara lebih cepat.
"Kalau sering lewat jalan yang banyak debunya, biasanya filter lebih cepat kotor dan enggak perlu nunggu kilometer segitu buat ganti," kata Bagas.
Filter udara yang tersumbat akan menghambat suplai udara ke ruang bakar sehingga proses pembakaran menjadi kurang optimal.
Baca Juga: Cegah Mobil Boros BBM, Jangan Biakan Filter Udara Penuh Debu
Akibatnya, tenaga mesin bisa menurun dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut juga dapat membuat komponen lain bekerja lebih berat sehingga berpotensi mempercepat keausan.
Menurut Bagas, mengganti filter udara sesuai jadwal tetap lebih hemat dibanding harus memperbaiki kerusakan yang muncul akibat filter yang sudah terlalu kotor.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR