GridOto.com - Ladies, setiap pabrikan motor biasanya punya rekomendasi bahan bakar yang cocok digunakan pada model motor buatannya.
Untuk mengetahuinya, kamu bisa baca buku manual atau tanya langsung ke mekanik bengkel resmi.
Jika motor kamu direkomendasikan pakai bensin oktan 92 seperti Pertamax, sebaiknya jangan diisi bensin dengan oktan lebih rendah seperti Pertalite yang oktannya 90.
Pasalnya hal itu akan menimbulkan beberapa masalah pada mesin motor kamu.
Salah satunya berubahnya suara mesin menjadi lebih kasar karena terjadinya knocking.
"Mesin akan terjadi ngelitik atau knocking," buka Bhakti David Darmaji, pemilik bengkel B-Workshop kepada GridOto.
Baca Juga: Pakai Teknologi Hybrid, Seirit Ini Konsumsi Bensin Yamaha Grand Filano
"Knocking terjadi karena bahan bakar terbakar sebelum waktunya akibat tekanan kompresi tinggi," tambahnya saat dihubungi melalui pesan singkat beberapa waktu yang lalu (10/06/2026).
Perlu kamu tahu, bensin dengan oktan lebih rendah akan lebih mudah terbakar dibandingkan bensin beroktan tinggi.
Selain itu, pakai bensin yang enggak sesuai kebutuhan mesin juga bikin tarikan motor jadi lebih berat.
"Pembakaran yang kacau membuat akselerasi motor jadi berat dan kurang bertenaga," jelas pria yang akrab disapa Bangwok ini.
Jika penggunaan bensin dengan oktan lebih rendah seperti Pertalite dengan niat ingin hemat, ternyata kurang tepat.
Baca Juga: Mesin Sering Dituduh, Padahal Ini Faktor Lain yang Bikin Mobil Boros BBM
Sebab pemakaian bensin dengan nilai oktan di bawah rekomendasi malah membuat mesin motor jadi lebih boros BBM.
"Efek lainnya membuat motor boros BBM akibat energi terbuang sia-sia karena proses pembakaran yang tidak berjalan maksimal," jelas Bangwok yang bengkelnya berada di Jalan Serang No.14, Cikupa, Tangerang, Banten.
Terakhir, penggunaan Pertalite pada motor yang seharusnya disarankan pakai Pertamax membuat ruang bakar di dalam mesin jadi lebih kotor.
"Akan munculnya kerak karbon dari sisa bahan bakar yang gagal terbakar," jelas Bangwok.
"Kerak yang menumpuk dapat merusak piston dan katup (klep) dalam jangka panjang," tuturnya.
Makanya, pastikan gunakan bensin dengan oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan untuk motor yang kamu gunakan.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR