Sebelumnya, Daihatsu mengakui proses pengiriman Rocky Hybrid membutuhkan waktu karena compact SUV yang diimpor utuh alias Completely Built Up (CBU) Jepang tersebut baru berjalan efektif pada awal 2026.
Beberapa unit yang diterima konsumen pada akhir 2025 dan awal 2026 merupakan hasil produksi khusus.
Daihatsu Rocky Hybrid sendiri menjadi langkah awal ADM memasuki pasar kendaraan elektrifikasi.
Meski hadir di segmen compact SUV, model ini mendapat respons positif terutama dari konsumen yang baru pertama kali membeli mobil.
Sri Agung menjelaskan, karakter konsumen Rocky Hybrid banyak berasal dari segmen first car buyer yang memiliki pertimbangan matang sebelum membeli kendaraan.
"Jadi sebagian konsumen kami customernya itu first car buyer. Mereka tidak bisa dipaksakan. Mereka bukan hanya melihat saat beli, tapi belum beli saja sudah memikirkan berapa jualnya nanti," jelas Agung.
Menurutnya, profil konsumen Daihatsu yang didominasi pembeli mobil pertama membuat edukasi mengenai kendaraan hybrid menjadi bagian penting dalam proses pemasaran.
"Kami perlu edukasi itu, karena customer Daihatsu sangat didominasi first car buyer, mungkin saat ini 65 persen sekian kontribusinya," tambahnya.
Sebagai informasi, Daihatsu Rocky Hybrid saat ini dipasarkan dengan harga Rp299,85 juta on the road (OTR) Jakarta.
Daihatsu mempertahankan harga tersebut meski terjadi perubahan harga kendaraan pada awal tahun sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen yang telah melakukan pemesanan.
Daihatsu Rocky Hybrid menggunakan mesin bensin 1.200 cc tiga silinder WA-VEX yang berfungsi sebagai generator.
Tenaga penggerak roda depan berasal dari motor listrik berdaya 78 kW dengan torsi 170 Nm yang didukung baterai berkapasitas 0,74 kWh.
Dengan teknologi tersebut, ADM mengklaim konsumsi bahan bakar Rocky Hybrid mampu mencapai 28 km per liter berdasarkan standar pengujian WLTC.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR