Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ini yang Terjadi Pada Charger Mobil Listrik Kalau di Rumah Sering Mati Lampu

Ferdian - Minggu, 21 Juni 2026 | 12:19 WIB
Ilustrasi charger mobil listrik
Rayhan Haikal/GridOto.com
Ilustrasi charger mobil listrik

GridOto.com - Meski populasi kendaraan listrik di Indonesia mulai berkembang belakangan ini.

Namun nyatanya pertumbuhan tersebut belum dibarengi dengan meratanya kualitas infrastruktur pendukung, salah satunya adalah stabilitas pasokan listrik.

Belakangan ini, sedang ramai isu mengenai pemadaman listrik berkala yang dilakukan oleh PLN di beberapa wilayah.

Tentu saja, hal ini menjadi perhatian khusus bagi semua orang, terutama pemilik mobil listrik.

Bagi pemilik mobil listrik yang mengandalkan pengisian daya di rumah (home charging), pemadaman listrik yang sering terjadi atau kondisi tegangan yang naik-turun tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Lantas, bagaimana sebenarnya pengaruh fenomena sering mati listrik dan tegangan tidak stabil ini terhadap perangkat charger mobil listrik?

Secara umum, ekosistem pengisian daya mobil listrik modern sudah dirancang dengan sistem keamanan yang sangat ketat.

Komponen pengisian daya tidak bekerja sendirian, melainkan diatur secara digital oleh otak dari baterai mobil itu sendiri.

Baca Juga: Pemerintah Menunda Pemberian Insentif Pajak Kendaraan Listrik

Peneliti Senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi, mengatakan, jika menggunakan charging AC, pasti charger-nya bawaan mobil. Tentu saja terkoneksi atau terintegrasi juga dengan Battery Management System (BMS).

"Jadi memang dia pasti akan juga mengatur chargernya itu. Jadi artinya, cuma memang kalau tegangannya tidak stabil, terlalu lebar, ya tentu saja cukup berdampak juga," ujar Agus melansir Kompas.com, belum lama ini.

Meski BMS memiliki proteksi yang canggih, bukan berarti komponen elektrikal mobil listrik kebal terhadap fluktuasi arus.

Masalah utama yang sering muncul saat listrik sering mati-nyala adalah ketidakstabilan tegangan (voltage surge atau drop).

Setiap pabrikan telah menanamkan ambang batas aman pada perangkat pengisian daya mereka.

Jika fluktuasi listrik di rumah melebihi ambang batas tersebut, sistem secara otomatis akan memutus arus atau mengalami penurunan kinerja demi melindungi sel baterai yang mahal.

"Kenapa? Karena memang, kan dia punya range tegangan. Persentase yang ditoleransi, misalnya plus minus 10%. Nah, kalau di atas itu, ya tentu saja performance-nya akan terganggu," kata Agus.

Baca Juga: Ide Liar Dedi Mulyadi, Ingin Hapus Pajak Kendaraan Listrik Diganti Jalan Provinsi Berbayar

Masyarakat tidak perlu terlalu panik bahwa charger akan langsung rusak seketika saat listrik padam.

Di dalam perangkat pengisian daya, terdapat algoritma pintar yang bertugas menyesuaikan diri dengan kondisi arus listrik yang masuk melalui beberapa mode proteksi.

"Namun, biasanya kan mode charging-nya itu ada beberapa tipe sebetulnya ya. Jadi karakternya kan ada yang power constant, ada yang current constant, kemudian nanti juga ada yang voltage constant. Nah, tiga aspek kontrol itu tentu saja pasti ada di dalam charger-nya," ujar Agus.

Ketiga kontrol tersebut berfungsi menjaga agar proses pengisian daya tetap berada dalam koridor aman:

Power Constant: Menjaga daya tetap stabil.

Current Constant: Menjaga arus listrik yang mengalir tetap konsisten.

Voltage Constant: Memastikan tegangan berada di angka yang aman bagi baterai.

Meski teknologi ini mampu meminimalisasi risiko kerusakan total (korsleting), Agus kembali mengingatkan bahwa performa pengisian daya tetap akan dikorbankan jika kualitas listrik dari penyedia daya lokal tidak kunjung stabil.

"Tapi, mereka semua punya toleransi, tentu saja. Kalau misalnya toleransinya terlalu lebar, ya pasti akan berpengaruh terhadap performance charging-nya," kata Agus.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa