GridOto.com - Para pengendara motor dan mobil tetap waspada, karena akhir-akhir ini marak kejahatan modus baru.
Yakni mengaku-ngaku menjadi korban tabrak lari dan memfitnah pengguna jalan secara liar.
Salah satu contohnya kasus Toyota Fortuner yang diteriaki tabrak lari hingga berujung amukan massa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dalam kondisi seperti itu, pengemudi mobil sering kali dihadapkan pada situasi sulit.
Di satu sisi harus memastikan keselamatan pengguna jalan yang terjatuh, namun di sisi lain juga perlu menghindari risiko tuduhan yang belum tentu benar.
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghindari tuduhan atau fitnah tabrak dari pengguna jalan?
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan mengendalikan kendaraan dengan baik.
Baca Juga: Fortuner Berakhir Compang-camping Usai Dikejar Warga, Muatan di Kabin Mengejutkan
Pengemudi perlu mengurangi kecepatan secara bertahap dan menghentikan kendaraan dengan aman apabila memang diperlukan.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR