Nama ini mencerminkan posisi Pertamax sebagai produk BBM Pertamina yang menawarkan kualitas lebih tinggi dibandingkan bahan bakar dengan oktan lebih rendah.
Dengan RON 92, Pertamax dirancang untuk membantu pembakaran mesin menjadi lebih sempurna.
Baca Juga: Salut, Warga Bengkulu Ini Sulap Sampah Jadi BBM Setara Solar dan Pertamax
BBM ini juga cocok digunakan pada kendaraan yang membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi agar performa mesin tetap terjaga.
Jejak harga Pertamax pada masa awal kemunculannya tidak mudah ditemukan secara terbuka.
Saat pertama kali diluncurkan pada 1999, perhatian publik lebih banyak tertuju pada kehadirannya sebagai bahan bakar baru yang lebih ramah lingkungan dan sesuai untuk kendaraan bermesin modern.
Dalam perjalanan berikutnya, Pertamax tercatat pernah berada di kisaran Rp 5.000 per liter pada pertengahan 2000-an.
Angka ini kerap menjadi pembanding ketika melihat harga Pertamax hari ini, meski tidak bisa langsung disebut sebagai harga saat produk tersebut pertama kali diluncurkan.
Sebagai BBM non-subsidi, harga Pertamax memang tidak berdiri sendiri.
Perubahannya mengikuti banyak faktor, mulai dari harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, biaya distribusi, hingga kebijakan penyesuaian harga dari Pertamina.
Karena itu, perjalanan harga Pertamax dari masa ke masa ikut mencerminkan dinamika energi dan ekonomi Indonesia.
Perjalanan harga Pertamax tidak selalu berjalan dalam garis yang sama.
Sebagai BBM non-subsidi, nilainya terus menyesuaikan dengan berbagai dinamika, mulai dari pergerakan harga minyak mentah dunia hingga kondisi ekonomi global.
Baca Juga: Sedikit yang Tahu, Begini Ciri-ciri Pertamax Atau Pertalite Mulai Basi
Salah satu penyesuaian harga yang cukup menyita perhatian publik terjadi pada 1 April 2022.
Pada periode tersebut, harga Pertamax yang sebelumnya berada di kisaran Rp 9.000-Rp 9.400 per liter naik menjadi sekitar Rp 12.500-Rp 13.500 per liter, tergantung wilayah.
Penyesuaian itu berlangsung di tengah lonjakan harga energi dunia yang turut memengaruhi biaya penyediaan BBM.
Dalam tahun-tahun berikutnya, harga Pertamax kembali mengalami sejumlah penyesuaian.
Ada kalanya naik, ada pula saat turun, mengikuti perkembangan pasar energi global serta kebijakan yang diterapkan Pertamina.
Dengan demikian, perubahan harga Pertamax menjadi bagian dari dinamika yang melekat pada produk BBM non-subsidi.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR