GridOto.com - Belum lama ini, Jeep melakukan recall Wrangler dan Gladiator tahun produksi 2021 hingga 2025.
Penarikan kembali ini dilakukan karena munculnya potensi risiko kebakaran.
Program ini mencakup sekitar 1,08 juta kendaraan di Amerika Serikat, sementara secara global jumlahnya mencapai sekitar 1,33 juta unit.
Masalah tersebut berasal dari gangguan pada kabel pompa power steering elektrohidraulik.
Menurut perusahaan, sambungan listrik pada sistem tersebut berpotensi mengalami panas berlebih yang dapat memicu material di sekitarnya terbakar dan meningkatkan risiko kebakaran.
Meski FCA menyebut kasus ini tergolong jarang terjadi, perusahaan tetap mengimbau pemilik kendaraan untuk mengambil langkah pencegahan.
Sebelum perbaikan tersedia, pemilik kendaraan yang terdampak disarankan memarkir mobil mereka jauh dari bangunan maupun kendaraan lainnya.
Solusi permanen saat ini sedang dikembangkan dan ditargetkan mulai diterapkan pada Juli 2026.
Baca Juga: Pakai Mesin Ini, Jeep Bisa Bikin Minder Toyota GR. Canggih Banget!
Jeep akan mengirimkan pemberitahuan kepada para pemilik kendaraan melalui surat ketika proses perbaikan sudah dapat dijadwalkan di diler resmi.
Perbaikan tersebut meliputi pemeriksaan kabel harness dan pompa power steering, serta penggantian komponen apabila diperlukan.
Melansir indianautosblog, program recall ini tidak hanya berlaku di Amerika Serikat.
Sekitar 106.000 kendaraan terdampak di Kanada, lebih dari 23.000 unit di Meksiko, dan lebih dari 124.000 kendaraan lainnya tersebar di berbagai pasar global.
Pemilik kendaraan juga dapat memeriksa apakah mobil mereka termasuk dalam daftar recall melalui portal resmi penarikan kendaraan atau saluran layanan pelanggan yang disediakan.
Meski risiko kebakaran dinilai rendah, besarnya skala recall ini menunjukkan pentingnya tindakan pencegahan sejak dini terhadap potensi masalah keselamatan.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR