"Tadi informasi yang saya dapat, yang pertama tau itu keluarganya. Dia sudah curiga, pertama sekitar jam setengah 11 dibangunin tapi istrinya sempat jawab," ujar Jun.
Namun, karena mendengar masih ada jawaban dari dalam mobil keluarga masih tak menaruh curiga karena diduga keduanya masih lelah.
Tak berselang lama, sekira pukul 12.30 WIB keluarga kembali mengecek kondisi keduanya dan tak lagi mendengar ada tanggapan.
Karena takut, keluarga langsung memutuskan mengambil tindakan dengan membobol mobil melalui kaca bagian samping sebelah kiri belakang.
Benar saja, saat kaca berhasil dibobol mereka melihat kondisi kedua korban sudah dalam keadaan lemas.
"Setelah itu jam 1 dicek lagi enggak jawab, langsung dipecahkan kacanya. Informasi yang saya dapat suaminya sudah meninggal tapi si istrinya masih bernapas, mobilnya saya lihat sudah dipecahkan kacanya," ungkapnya.
Ia mengaku, saat dirinya tiba di lokasi kejadian ia mendapati jika kedua korban sudah dibawa ke RS Madani untuk dilakukan penanganan awal. Nahas, diduga karena lamanya terpapar gas yang terkandung dalam ac mobil nyawa keduanya tak dapat terselamatkan.
"Tadi saya sampai di sini (TKP) korban sudah dibawa ke rumah sakit," ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan TKP tempat kedua korban ditemukan meninggal dunia merupakan kediaman dari orangtua Dame.
Sejauh ini, meskipun keduanya dikabarkan sudah tinggal di kawasan Helvetia namun secara administrasi dirinya mengaku keduanya masih tercatat sebagai warga setempat.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR