Sekitar pukul 12.15 WIB, Sukini terbangun dan hendak keluar rumah.
Saat itu ia mencium bau asap yang sangat menyengat.
Ketika mengecek ke bagian belakang rumah, ia mendapati api sudah membesar dan mulai menjalar ke atap dapur.
"Saksi sempat panik dan berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Warga sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun karena kobaran api telanjur membesar, upaya tersebut tidak kunjung membuahkan hasil," ungkap Catur melansir TribunSolo.
Melihat kondisi yang semakin tidak terkendali, pemilik rumah segera menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Sragen dan pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polres Sragen bersama Tim Inafis Satreskrim, petugas piket fungsi, dan anggota SPKT Polsek Sragen Kota langsung menuju lokasi kejadian.
Petugas kemudian melakukan sterilisasi area dengan memasang garis polisi untuk memudahkan proses penanganan dan penyelidikan.
Baca Juga: Rayap Besi Beraksi, Mobil-mobil Terbakar di Dekat Markas Brimob Kwitang Dipreteli Penjarah
Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Bersama warga dan personel kepolisian, petugas Damkar berhasil memadamkan api sebelum merembet ke bangunan utama rumah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah.
Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu kompor gas dua tungku, satu tabung elpiji, dan satu panci yang digunakan untuk merebus daging.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen bersama Polsek Sragen Kota menyimpulkan bahwa kebakaran murni disebabkan faktor kelalaian manusia atau human error.
"Dari hasil pemeriksaan di sekitar dapur rumah milik Qomari, kebakaran dipicu karena pelapor sedang merebus kulit/daging sapi namun lupa mematikan kompor gas lalu ditinggal tidur," ujar Catur.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR