GridOto.com - Seiring dengan pemakaian, kampas ganda motor matic bisa aus dan menjadi tipis.
Gejalanya ditandai dengan akselerasi motor mulai terasa berat, timbulnya gredek atau getar, hingga munculnya suara kasar dari area CVT.
Jika kampas ganda motor matic mulai tipis jangan dibiarkan.
"Kalau sampai daging atau tapak kampas gandanya habis banget pasti akan merusak mangkoknya," buka Givarius Kimza, pemilik bengkel spesialis upgrade CVT YR Custom kepada GridOto yang dihubungi Jumat (22/06/2026).
Baca Juga: Ternyata Komponen Ini Penyebab CVT Motor Matic Tiba-tiba Gredek
Sepatu atau dudukan tapak kampas ganda umumnya terbuat dari besi babet.
Jika daging atau tapak kampas gandanya habis, dudukan atau sepatu kampas gandalah yang akan bergesekan dengan mangkok kampas ganda yang terbuat dari besi juga.
"Efeknya bisa bagian dalam mangkoknya baret hingga terjadi overheat (kepanasan)," kata pria yang akrab disapa Ivan ini.
Kampas ganda tipis apalagi tinggal menyisakan breket atau dudukannya akan membuat permukaan mangkok kampas ganda jadi bergaris.
"Ketika nanti diganti kampas ganda yang baru akan ikut bergaris mengikuti permukaan mangkok yang baret itu," kata Ivan.
Baca Juga: Waduh, Separah Ini Efek Kartel Mangkok Kampas Ganda Motor Matic
"Jadi seperti kartelan lurus prinsipnya, tapi nanti kampas barunya cepat habis lagi," jelasnya pria yang bengkelnya berada enggak jauh dari lampu merah Kranggan, Cibubur ini.
Oya, Kampas ganda yang sudah tipis menimbulkan panas berlebih ketika bergesekan dengan mangkok kampas ganda
"Kampas ganda yang tipis atau bahkan habis akan menimbulkan panas akibat gesekan dengan mangkok kampas ganda," sahut Iman Maliki selaku Service Advisor bengkel resmi Yamaha Era Motor.
Dampaknya komponen yang terbuat dari besi ini bisa memuai atau berubah bentuknya menjadi tidak bulat.
Efeknya kampas ganda bisa tersangkut di mangkok kampas ganda yang membuat belakang motor tidak bisa diputar.
Makanya, penting untuk tahu gejala keausan dan overheat yang terjadi di CVT motor matic.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR