GridOto.com - Harley-Davidson sudah mengkonfirmasi rencana menghindupkan lagi motor Sportster-nya yang legendaris.
Langkah ini jadi upaya pabrikan motor berusia 123 tahun tersebut untuk menarik lebih banyak konsumen baru.
Sportster generasi terbaru ini diperkirakan meluncur paling cepat tahun depan.
Motor tersebut kabarnya akan menggunakan mesin V-twin 883 cc dengan target harga di bawah 10.000 dolar AS atau sekitar Rp 162 juta (kurs Rp16.200 per dolar AS) untuk pasar Amerika Serikat.
Namun seperti model entry-level Nightster, pembeli di luar Amerika Serikat, termasuk Inggris dan kemungkinan pasar lain, harganya diperkirakan akan lebih tinggi.
Meski begitu, kehadiran Harley-Davidson baru dengan mesin pendingin udara di bawah Rp 200 jutaan bisa menjadi perubahan besar bagi perusahaan.
Melansir Motorcycle.com, langkah ini juga dapat menjadi kabar baik bagi calon konsumen yang ingin memiliki Harley dengan harga lebih terjangkau.
Dari gambar teaser yang dirilis, tampilan motor ini terlihat sangat mirip dengan Iron 883 generasi lama.
Baca Juga: Bertahun-tahun Vakum, Harley-Davidson Siap Bawa Sporster Legendarisnya Tahun Depan
Ciri khasnya seperti penutup filter udara berbentuk bulat, setang rendah, serta posisi pijakan kaki di tengah masih dipertahankan.
Sebelumnya, Harley-Davidson menghentikan produksi Iron 883 pada 2022.
Saat itu perusahaan menganggap mesin Evo lama sulit memenuhi standar emisi Euro 5 tanpa biaya pengembangan yang terlalu besar.
Hilangnya Iron 883 meninggalkan celah cukup besar dalam jajaran produk Harley-Davidson.
Memang perusahaan sempat menghadirkan Sportster S sebagai pengganti, tetapi meski memakai nama Sportster, banyak penggemar menilai motor itu berbeda jauh dari karakter Sportster asli.
Sportster S menggunakan mesin 1.250 cc berpendingin cairan yang secara teknologi lebih modern, namun hal tersebut dianggap membuat motor hanya memakai nama Sportster tanpa membawa karakter khas pendahulunya.
Diketahui, kembalinya Sportster 883 jadi bagian dari perubahan strategi Harley-Davidson dalam beberapa tahun terakhir.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR