GridOto.com - Kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi mulai dirasakan oleh konsumen mobil bermesin diesel.
PT Toyota Astra Motor (TAM) pun mengakui kondisi ini berpotensi memengaruhi minat masyarakat terhadap model-model diesel yang mereka pasarkan.
Marketing Director (TAM), Bansar Maduma, mengatakan perusahaan terus memantau dampak lonjakan harga solar terhadap penjualan mobil diesel Toyota.
“Iya kami terus monitor ya, dan pastinya ada (dampak),” ujar Bansar saat ditemui di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, mobil diesel modern saat ini umumnya membutuhkan bahan bakar dengan kualitas lebih baik seperti Dexlite atau Pertamina Dex agar performa mesin tetap optimal dan komponen lebih awet.
“Apalagi memang kalau dilihat bahwa mesin-mesin teknologi yang maju kan sebetulnya sudah wajib untuk menggunakan Pertadex atau Dexlite, di mana kalau dilihat harganya kan hampir dua kali lipat,” kata Bansar.
Sebagai informasi, per Mei 2026, harga Dexlite di SPBU Pertamina mencapai Rp 26.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex dijual Rp 27.900 per liter.
Adapun BBM diesel nonsubsidi di SPBU swasta seperti BP dan Vivo bahkan sudah menembus Rp 30.890 per liter.
Dengan biaya operasional yang semakin tinggi, Bansar tidak menampik ada konsumen yang mulai mempertimbangkan alternatif lain selain mobil diesel.
Baca Juga: Meski Harga Solar Mahal, Ini Alasan Mobil Diesel Bekas Masih Punya Pasar
Namun, ia menegaskan Toyota telah menyiapkan berbagai pilihan teknologi untuk mengakomodasi perubahan preferensi pelanggan, mulai dari mesin bensin hingga hybrid.
“Pada saat mereka takut tentang diesel, ada customer yang mungkin memilih model lain, model Toyota lain. Misalkan teknologi hybrid atau teknologi gasoline,” ujarnya.
Bansar menambahkan, Toyota akan terus memantau kebutuhan konsumen agar tetap dapat menyediakan produk yang sesuai dengan kondisi pasar.
“Nah itu terus kami monitor dan kami penuhi, sehingga kebutuhan customer itu 100 persen bisa kami penuhi,” tutupnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR