Penuturan Hamim, motornya merupakan pemberian dari orangtuanya untuk menunjang aktivitas bekerja sehari-hari.
"Motor dari orangtua," katanya singkat.
Bagi Hamim, kehilangan motor itu bukan sekadar soal nilai materi.
Motor tersebut memiliki makna emosional karena menjadi bentuk dukungan orangtuanya agar ia bisa bekerja dengan lancar.
"Ya mau gimana lagi, sudah habis motornya, pasrah saja mas," katanya.
Saat ditanya mengenai penyebab kebakaran, Hamim mengaku belum mengetahui secara pasti.
Baca Juga: Belasan Motor Jadi Arang, Pengelola Parkir di Bogor Beri Janji yang Bikin Pemilik Lega
Namun ia menduga api bukan berasal dari puntung rokok seperti isu yang sempat beredar di kalangan pekerja.
"Kalau puntung rokok kayaknya enggak mungkin," ujarnya.
Ia menduga sumber api kemungkinan berasal dari korsleting listrik atau sesuatu yang memicu percikan di area parkir bagian atas sebelah barat.
"Kayaknya sempat ada suara pecah, tapi kalau ledakan kurang tahu," katanya.
Menurut Hamim, situasi saat itu berlangsung sangat cepat.
Tidak ada alarm atau peringatan khusus sebelum para pekerja berhamburan keluar menyelamatkan diri.
"Enggak ada bel atau bunyi apa-apa. Tiba-tiba sudah pada lari semua," ucapnya.
Ia mengaku suasana saat kejadian sangat kacau. Para pekerja panik karena api terus membesar dan asap hitam membubung tinggi dari area parkir.
Meski kehilangan kendaraan, Hamim bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Tapi ia mengaku masih terpukul karena motor yang selama ini dipakainya untuk bekerja kini sudah tak tersisa.
Peristiwa kebakaran itu juga meninggalkan duka bagi banyak pekerja lain.
Sebagian besar kendaraan yang terbakar merupakan alat transportasi utama para karyawan untuk berangkat kerja setiap hari.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
Petugas terkait masih melakukan pendataan jumlah kendaraan terdampak serta penyelidikan lebih lanjut mengenai sumber api yang menghanguskan area parkir tersebut.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR