GridOto.com – PT Hyundai Motors Indonesia melihat adanya sinyal positif dari pasar otomotif nasional sepanjang awal 2026.
Meski sempat mengalami fluktuasi, tren penjualan kendaraan dinilai mulai menunjukkan pemulihan dan berpotensi terus meningkat hingga akhir tahun.
Hal ini disampaikan oleh Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia.
Menurutnya, sejak awal tahun, kondisi pasar otomotif sudah mulai bergerak ke arah yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ya, seperti teman-teman tahu, pastinya kan market dari Januari sampai dengan Maret, terus kemudian ditambah kemarin juga April, kita lihat memang ada peningkatan ya dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya kita lihat di bulan Februari kemarin memang ada kenaikan sekitar 13 persen sampai dengan 14 persen,” ujarnya di Senayan Park, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, setelah sempat mengalami penyesuaian pada Maret, kondisi pasar mulai menunjukkan pemulihan di April.
“Di Maret ada penyesuaian untuk aktualisasi, nah di April kelihatannya sudah recovery. Dan kita lihat memang market bergerak untuk naik,” lanjut pria yang akrab disapa Frans ini.
Dengan tren tersebut, Hyundai menilai peluang kebangkitan industri otomotif nasional semakin terbuka.
“Jadi kalau Hyundai melihatnya ini adalah kesempatan buat kita semua supaya otomotif market itu bisa kembali lagi ke angka 1 juta unit,” jelasnya.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Hyundai Jamin Harga Stargazer dan Kawan-kawan Tidak akan Naik
Meski demikian, ia mengakui bahwa angka penjualan nasional sebanyak 1 juta unit kemungkinan belum bisa tercapai pada tahun ini.
Namun, optimisme tetap terjaga seiring dengan strategi agresif para pabrikan dalam menghadirkan produk baru dan berbagai penawaran menarik bagi konsumen.
“Mungkin tahun ini belum bisa kembali ke angka 1 juta, tapi kalau kita lihat dari intensi daripada masing-masing car maker dengan semua produk baru dan memberikan sebuah benefit, kita lihat ini sangat menarik,” tambahnya.
Dari sisi internal, Hyundai justru melihat kondisi saat ini sebagai momentum untuk lebih optimistis terhadap pertumbuhan bisnis.
“Kita malah kita lebih optimis dengan melihat kondisi yang sekarang, walaupun secara ekonomi ataupun business environment-nya tapi kan sekarang sudah mulai kelihatan,” ungkap Frans.
Ia menilai, sejumlah indikator ekonomi turut mendukung pemulihan industri otomotif, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil serta suku bunga yang masih terkendali.
“Kalau kita lihat sekarang secara pertumbuhan ekonomi dikatakan kan setidaknya 5,6 persen. Terus kemudian tadi suku bunga juga belum naik, maksudnya masih ada di angka 4,7 persen,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Hyundai berharap industri otomotif nasional dapat terus bergerak positif dan kembali pulih dalam waktu dekat.
“Nah situasi itu semuanya yang kita harapkan bisa membantu ekonomi atau industri kita, otomotif khususnya, dan seluruh maker sekarang kita lihat bukan hanya Indonesia, sudah bergerak untuk bisa meningkatkan (market mereka),” pungkasnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR