Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Warga 4 Kelurahan di Kulon Progo Siap Kaya Raya Dadakan, Mei 2026 UGR Ratusan Miliar Tol Jogja-YIA Cair

Irsyaad W - Kamis, 14 Mei 2026 | 14:30 WIB
ilustrasi: Tol Yogyakarta-Bandara YIA akan melewati tiga kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
bpjt.pu.go.id
ilustrasi: Tol Yogyakarta-Bandara YIA akan melewati tiga kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

GridOto.com - Beberapa warga dari 4 kelurahan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta berikut ini siap jadi kaya raya mendadak.

Sebab Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulon Progo mencairkan Uang Ganti Rugi tanah dan bangunan yang terkena proyek tol Jogja-Yogyakarta International Airport (YIA).

Pada Mei 2026, pencairan UGR dilakukan untuk 4 kalurahan di Kulon Progo dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Proses pencairan dilakukan secara bertahap berdasarkan Surat Perintah Pembayaran (SPP) yang diterbitkan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

BPN Kulon Progo menyebut pencairan tidak dapat dilakukan sekaligus dalam satu hari karena harus melalui tahapan validasi dan penjadwalan.

Kepala BPN Kulon Progo, Margaretha Elya Lim mengatakan Mei 2026 menjadi periode dengan pencairan UGR terbanyak karena mencakup empat kalurahan sekaligus.

"Empat kalurahan itu adalah Wates, Karangsari, Pengasih, dan Kaliagung," kata Elya kepada wartawan, dikutip dari Tribun Jogja, (11/5/26).

Baca Juga: Tanah Seukuran Penggaris Digusur Tol Jogja-Bawen, Pemilik Terima UGR Tak Sampai Rp 250 Ribu

Proses pencairan Uang Ganti Rugi proyek tol Jogja-Bandara YIA di kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta
Alexander Aprita/TribunJogja.com
Proses pencairan Uang Ganti Rugi proyek tol Jogja-Bandara YIA di kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta

Pencairan tersebut dilakukan berdasarkan SPP yang diterbitkan LMAN pada akhir April 2026.

Total terdapat 327 bidang tanah dan 35 non bidang tanah yang menerima pencairan UGR.

Elya menjelaskan pencairan diawali di Kalurahan Wates pada 5 Mei 2026 untuk 38 bidang tanah dan 8 non bidang tanah.

"Seluruhnya berada di wilayah Padukuhan Beji dengan nilai UGR mencapai Rp 105,7 miliar," ungkapnya.

Selain itu, BPN Kulon Progo juga melakukan pencairan di dua padukuhan di Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih.

"Kami juga melakukan pencairan UGR di dua padukuhan di Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih," katanya.

Di wilayah tersebut terdapat 36 bidang tanah dan 5 non bidang tanah yang menerima ganti rugi dengan total nilai mencapai Rp 190 miliar.

Baca Juga: Staf Tenaga Kontrak KemenPUPR Maling Duit Negara Rp 5,2 Miliar, Akali Tanda Tangan UGR Tol Probowangi

Pencairan Uang Ganti Rugi (UGR) untuk lahan terdampak proyek Tol Yogyakarta-YIA di Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, Rabu (13/05/2026)
Alexander Aprita/TribunJogja.com
Pencairan Uang Ganti Rugi (UGR) untuk lahan terdampak proyek Tol Yogyakarta-YIA di Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, Rabu (13/05/2026)

Lebih lanjut, Elya mengatakan proses pencairan UGR masih terus berlangsung untuk dua kalurahan lainnya dan dapat dilakukan setiap minggu.

Menurutnya, pencairan dilakukan secara bertahap karena bergantung pada penerbitan SPP dari LMAN dan proses validasi data.

Ia juga menyebut pencairan tidak dapat digabung dalam satu hari karena jumlah bidang yang cukup banyak.

"Tahap pencairan juga tidak bisa digabung dalam sehari, rata-rata pencairannya sekitar 100 bidang tanah dalam sehari," ujar Elya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Kulon Progo, Eko Herry Supriyanto menjelaskan jumlah bidang tanah tidak selalu sama dengan jumlah penerima UGR.

Pasalnya, satu warga bisa memiliki lebih dari satu bidang tanah maupun kombinasi bidang dan non bidang tanah yang terdampak proyek tol.

"Jadwal pencairan UGR kami sampaikan empat hari sebelum pelaksanaan ke pihak yang menerima," papar Eko.

Baca Juga: Lainnya Jadi Miliarder, Ini Penyebab Asrofi Cuma Dapat UGR Tol Jogja-Bawen Rp 200 Ribu

Sebelumnya, BPN Kulon Progo juga terus melakukan identifikasi dan inventarisasi lahan terdampak Jalan Tol Yogyakarta-YIA.

Elya mengatakan lahan terdampak membentang mulai Kapanewon Sentolo hingga Kapanewon Temon.

"Yang sudah kami validasi dan identifikasi baru dari Sentolo sampai Wates," jelas Elya.

Total terdapat 1.702 bidang tanah yang telah diidentifikasi dan divalidasi oleh BPN Kulon Progo.

Data tersebut kemudian dikirimkan ke LMAN melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah untuk proses pembayaran UGR.

"Nanti LMAN yang akan memberikan anggaran untuk dikirimkan sebagai UGR," jelas Elya.

Ia memastikan proses pengadaan tanah dilakukan sesuai penetapan lokasi (penlok) dari Pemerintah Daerah DIY sehingga tidak ada perubahan lagi.

"Kami bekerja sesuai penetapan lokasi (penlok) yang dititipkan Pemda DIY, jadi dipastikan tidak ada perubahan lagi," ujarnya.

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa