Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Harga Ban Motor Bikin Tepuk Jidat, Produsen Akui Naik Sekitar Rp 50 - 200 Ribu Gara-gara Ini

Irsyaad W - Selasa, 12 Mei 2026 | 11:30 WIB
Ada promo berupa potongan 10 % buat ban tubeless dan tubetype dan 5 % buat ban FDR racing
Isal/GridOto.com
Ada promo berupa potongan 10 % buat ban tubeless dan tubetype dan 5 % buat ban FDR racing

GridOto.com - Pengguna motor yang tengah butuh ban baru kini pasti tepuk jidat.

Sebab, harga ban motor di wilayah Jakarta dan sekitarnya terpantau merangkak naik sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu.

Salah satu produsen ban pun menjelaskan alasan kenaikan harga tersebut.

Kenaikan harga itu dipicu meningkatnya biaya bahan baku industri ban yang terjadi sejak awal tahun.

Hal tersebut diungkap oleh Zandhy Utama, Direktur Marketing PT Suryaraya Rubberindo Industries (produsen ban FDR).

Ia mengatakan harga ban memang harus menyesuaikan dengan kondisi material produksi.

"Pastinya untuk harga ban sendiri akan menyesuaikan dengan kenaikan materialnya," ujar Zandhy, (8/5/26) menukil Kompas.com.

Menurut dia, hampir seluruh komponen bahan baku mengalami kenaikan harga sehingga berdampak langsung terhadap banderol ban di pasaran.

Hal senada juga disampaikan Gunawan, Sales Domestik PT Industri Karet Deli (produsen ban Swallow), yang turut mengeluhkan hal serupa.

Baca Juga: Harga Ban Motor Lokal dan Impor Terkerek, Pedagang Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi ban motor bekas
Isal/GridOto.com
Ilustrasi ban motor bekas

"Ya, saat ini ada penyesuaian harga juga. (Karena) harga bahan baku yang cenderung naik. (Harga ban) naik sampai 5 persen," ucap Gunawan.

Naiknya harga bahan baku membuat hampir semua merek melakukan penyesuaian harga, mulai dari ban entry level hingga premium.

Sebagai gambaran, ban untuk Honda BeAT dan Vario kini rata-rata berada di kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu.

Sementara ban premium untuk Yamaha NMAX dan Honda PCX dari merek seperti Metzeler atau Michelin sudah menembus Rp 800 ribu untuk ukuran tertentu.

Meski harga naik, permintaan ban disebut masih relatif stabil karena ban merupakan komponen fast moving yang wajib diganti secara berkala demi menjaga keselamatan berkendara.

Kondisi ini membuat pemilik motor harus semakin cermat mengatur pengeluaran kendaraan pada 2026.

Sebab, selain menghadapi kenaikan harga BBM, pengguna roda dua kini juga harus bersiap menghadapi naiknya harga komponen pendukung seperti ban.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa