GridOto.com - Penjualan mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia sepanjang kuartal pertama 2026 menunjukkan tren yang fluktuatif.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan PHEV pada Januari 2026 berada di angka 502 unit.
Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 663 unit pada Februari, sebelum akhirnya turun ke 345 unit pada Maret.
Dari sisi merek, Chery tampil sebagai pemain paling dominan di segmen ini.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Chery membukukan penjualan masing-masing 281 unit, 457 unit, dan 160 unit.
Capaian tersebut membuat Chery menguasai porsi terbesar dari total penjualan PHEV selama periode tersebut, sekaligus menjadi kontributor utama saat pasar mencapai puncaknya di Februari.
Di bawah Chery, Wuling juga mencatat performa yang cukup kompetitif, terutama saat pasar sedang naik.
Penjualan Wuling tercatat 57 unit pada Januari, meningkat menjadi 109 unit di Februari, namun kembali turun ke 38 unit pada Maret.
Sementara itu, Jaecoo menunjukkan tren yang relatif stabil dibandingkan merek lain.
Baca Juga: Begini Perbandingan Pasar BEV dan PHEV di Indonesia, Mana Lebih Laris?
Penjualannya berada di angka 77 unit pada Januari, 78 unit di Februari, dan 74 unit pada Maret.
Berbeda dengan Jaecoo, Geely justru mengalami fluktuasi yang cukup tajam.
Dari 78 unit di Januari, penjualannya sempat turun drastis ke 12 unit pada Februari, sebelum kembali naik menjadi 62 unit pada Maret.
Adapun Mazda masih mencatat volume yang lebih kecil, namun menunjukkan pertumbuhan bertahap, dari 3 unit pada Januari menjadi 5 unit di Februari dan 9 unit pada Maret.
Sejumlah merek premium seperti BMW, Lexus, dan Volvo juga tercatat hadir di segmen ini, meski masih dengan volume penjualan yang relatif rendah dan menyasar pasar niche.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR