GridOto.com - GWM Tank 500 Diesel resmi diperkenalkan di Indonesia dan mulai dikirimkan ke konsumen pada awal 2026.
SUV bongsor ini hadir dengan banderol Rp 799 juta, menyasar pecinta kendaraan diesel yang mengutamakan torsi besar dan ketangguhan.
Dari sisi performa, GWM Tank 500 Diesel dibekali mesin 4-silinder turbo berkapasitas 2.400 cc yang dipadukan dengan transmisi otomatis 9 percepatan (9AT).
Kombinasi tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal 181 dk dan torsi puncak 480 Nm yang sudah tersedia sejak 1.500 rpm hingga 2.500 rpm.
Untuk efisiensi, konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 7,5 liter per 100 km atau setara sekitar 13,33 km per liter, angka yang masih kompetitif di segmen SUV diesel besar.
Menariknya, di tengah tren kenaikan harga BBM diesel di Indonesia, minat terhadap mobil bermesin diesel disebut masih cukup tinggi.
Hal ini diungkapkan oleh CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto.
“Saat terjadi tren peningkatan orang membeli mobil listrik, kita melihat masing-masing teknologi itu punya kelebihan. Kenapa masyarakat masih menunjukkan minat ke SUV diesel, karena dari hasil survei kita, konsumen di Indonesia itu lebih menyukai mesin diesel dibandingkan mesin bensin,” ujarnya.
Menurut Bagus, ada beberapa faktor utama yang membuat diesel tetap diminati.
Baca Juga: GWM PIK Dibuka, Jadi Basis Baru Layanan dan Penjualan SUV Tank hingga EV
Mulai dari karakter tenaga yang kuat, hingga daya tahan mesin yang sudah terbukti di mata konsumen Indonesia.
“Pertama berkaitan dengan torsi maupun power yang besar. Kedua, durability dari mesin diesel itu menurut konsumen Indonesia sudah teruji. Lalu efisiensi bahan bakarnya juga,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun teknologi hybrid dan elektrifikasi terus berkembang, diesel tetap memiliki tempat tersendiri di pasar otomotif nasional.
“Hybrid menawarkan efisiensi lebih baik dan noise yang lebih halus. Tapi pada akhirnya, banyak faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen,” lanjut Bagus.
GWM sendiri mengusung strategi menghadirkan berbagai pilihan teknologi, mulai dari mesin konvensional hingga elektrifikasi, tanpa memaksakan preferensi tertentu kepada konsumen.
“Kami menawarkan semua jenis teknologi dan biarkan konsumen yang memilih. Yang ingin beralih ke mobil listrik silakan, yang suka hybrid juga ada, dan bagi pecinta diesel, kami juga tetap hadirkan,” pungkasnya.
Dengan pendekatan ini, GWM optimistis bisa menjangkau lebih banyak segmen pasar di Indonesia, termasuk mereka yang masih setia pada performa khas mesin diesel.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR