Untuk menunjang fungsi krusial tersebut, filter AC memiliki kemampuan menangkap berbagai partikel sesuai spesifikasi materialnya:
- Material Kertas/Serat Non-Woven: Merupakan jenis standar efektif menyaring partikel debu besar, serbuk sari, dan kotoran jalanan.
- Carbon Active (Arang Aktif): Material premium dengan kemampuan menyaring partikel fisik, sekaligus menyerap bau tidak sedap dan gas polutan dari luar kendaraan.
- Material Elektrostatik: Menggunakan muatan listrik statis untuk menarik partikel lebih halus agar tidak lolos ke dalam sistem sirkulasi.
Mayoritas mobil di Indonesia, termasuk milik Suzuki menggunakan filter AC bermaterial kertas atau serat non-woven.
Jenis ini dipilih karena memiliki keunggulan bobot ringan, daya saring rapat, durabilitas baik, serta lebih efisien secara biaya perawatan.
Baca Juga: Gak Hanya Bau Apek, Ini Efek Samping Filter AC Mobil Bekas Jarang Dibersihkan
Seiring meningkatnya polusi udara dan volume debu saat musim kemarau, pemilik mobil perlu melakukan pengecekan filter AC setiap interval 5.000 hingga 10.000 km, atau lebih cepat apabila sering beroperasi di area proyek dan jalanan berdebu.
Gejala kejenuhan filter mulai terasa melalui hembusan angin AC yang melemah meski kipas berada pada posisi maksimal, munculnya aroma debu saat AC pertama kali menyala, serta kaca mobil yang mudah berembun saat hujan akibat sirkulasi udara kurang lancar.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR