Meski proses pembangunan baru berjalan sekitar enam minggu, kondisi rumah berbentuk bus tersebut belum sepenuhnya rampung.
Supardi mengaku dana yang dimiliki sudah habis, sementara progres pembangunan baru mencapai sekitar 50–60 persen.
Meski begitu, rumahnya telanjur viral dan menarik perhatian banyak orang yang datang langsung untuk melihatnya.
“Sekarang masih seperti ini karena dana sudah habis. Untuk melanjutkan pembangunan, saya masih mencari tambahan dana, baik dari usaha sendiri maupun bantuan pihak lain,” ungkapnya.
Supardi merasa satu bangunan saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan ruang keluarganya.
Dengan lahan terbatas, ia menyiasatinya dengan menambahkan bangunan lain di samping rumah utama.
Kalau dilihat dari depan, bagian kanan menyerupai bus tingkat berukuran besar, sementara sisi kiri dibuat mirip bus ukuran sedang.
Sebagai tukang bangunan sekaligus pemborong berpengalaman, Supardi merancang sendiri desain rumahnya agar menyerupai armada bus PO Agra Mas.
Baca Juga: Pertama Kali Naik Bus AKAP, Simak Tips Ini Biar Perjalanan Nggak Berantakan
Inspirasi itu datang dari pengalamannya yang kerap bepergian ke Jakarta menggunakan bus tersebut.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR