Di fase awal, Aridge fokus memperkenalkan mobil terbang modular “Land Aircraft Carrier” yang dirancang lebih simpel dan mudah digunakan.
Setelah itu, mereka bakal masuk ke pengembangan mobil terbang tiltrotor yang punya kecepatan lebih tinggi dan jarak tempuh lebih jauh.
Tahap akhirnya, baru ke konsep eVTOL yang bisa dipakai untuk mobilitas dalam kota secara langsung, alias door-to-door.
Perjalanan Aridge sendiri sudah cukup panjang.
Dimulai sejak 2013, lalu terus berkembang hingga berhasil melakukan uji terbang dengan penumpang pada 2018, dan uji publik global di Dubai pada 2022.
Yang paling menarik, minat pasar ternyata mulai terbentuk.
Saat ini, jumlah pesanan mobil terbang Aridge Land Aircraft Carrier diklaim sudah mencapai sekitar 200 unit.
Spesifikasi Aridge Land Aircraft Carrier
Model ini merupakan sepasang mobil dengan pesawat atau drone.
Sesuai namanya, mobil berukurang panjang 5,5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter ini bisa membawa drone terbang masuk ke dalam bagasinya.
Teknologi andalannya adalah sistem lepas-pasang otomatis.
Pesawat atau drone bisa keluar masuk dari mobil hanya dengan menekan satu tombol.
Bahkan, prosesnya diklaim kurang dari lima menit.
Selain untuk membawa pesawat, mobil ini juga menjadi sumber daya, alias bisa charging drone kapan saja.
Mobil dengan kapasitas empat penumpang ini, punya jarak tempuh yang diklaim lebih dari 1.000 km.
Beralih ke pesawatnya, modul terbang yang diberi nama eVTOL ini, punya 6 baling-baling yang bisa otomatis terlipat saat ingin dimasukan ke dalam mobil.
Drone ini diklaim punya kecepatan maksimal sampai 72 km per jam, dengan durasi terbang sekitar 20 menit atau jarak hingga 20 km.
Cara mengoperasikan pesawatnya diklaim simpel banget.
Cukup pakai satu tuas, bahkan ada juga mode otomatis yang bisa atur rute, bantu mendarat, sampai balik ke titik awal.
Dengan segala kelebihannya, kendaraan ini diklaim cocok buat berbagai situasi, bukan cuma buat gaya hidup, tapi bisa juga dipakai untuk evakuasi medis, penyelamatan, sampai kondisi darurat ke area sulit dijangkau.
Berdasarkan info yang dijelaskan saat kunjungan pabrik, Land Aircraft Carrier ini ditargetkan mulai diproduksi massal pada akhir 2026, dengan harga sekitar 30.000 USD atau kalau dirupiahkan setara Rp 5 miliar.
Baca Juga: Xpeng Bakal Pamer Teknologi Canggih di Beijing Auto Show 2026, Ini Bocorannya
| Editor | : | ARSN |
KOMENTAR