Sebagai gantinya, mereka memilih fokus pada produk yang dianggap punya karakter kuat.
Tentu, langkah ini bukan tanpa risiko, terutama di tengah pasar yang kompetitif dengan banyak pilihan serupa.
Baca Juga: Sedan Irit BBM Buat Mudik, Honda Civic RS e:HEV Bisa Jalan Sejauh Ini
Namun, konsisten terhadap karakter Honda dinilai bisa menjadi pembeda yang jelas dan relevan bagi konsumen.
Apakah transisi Honda ini hanya seputar pemilihan produk saja?
Jawabannya tidak. Transisi Honda di sektor lainnya juga terlihat dari strategi dealership dan aftersales.
“Sebagai bisnis yang telah mapan di Indonesia, Honda saat ini lebih berfokus pada penguatan kualitas dan efektivitas jaringan dealer," ucap Kataoka.
Langkah konkretnya, mereka mengarahkan pengembangan jaringan ke wilayah dengan potensi pertumbuhan konsumen agar layanan Honda bisa diakses dengan lebih mudah dan tetap konsisten.
Targetnya, konsumen mendapat pelayanan Honda dengan standar yang konsisten.
Baca Juga: Honda Super-One, Spek Mirip N-ONE EV, Lebih Pedas Karena Ini
Yang menarik, ternyata Honda terus melakukan ekspansi dealer di area-area baru seperti yang mereka lakukan beberapa tahun belakangan.
Tahun ini Honda sudah mencatat membuka 5 dealer baru yaitu Honda Trio Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
- Honda Trio Pelaihari di Kabupaten Tanah Laut
- Honda Trio Buntok di Kabupaten Barito Selatan
- Honda Trio Kapuas di Kabupaten Kapuas
- Honda Trio Lamandau di Kabupaten Lamandau
Dan informasi yang didapatkan, juga akan terus bertambah ke beberapa wilayah lainnya seperti Malili, Gowa, Morowali, Luwuk dan Poso hingga Merauke.
"Saat ini, jaringan dealer Honda telah menjangkau lebih dari 90% pasar, dan dalam waktu dekat kami terus menambah hingga 13 dealer baru di berbagai wilayah di Indonesia untuk semakin memperkuat layanan di area dengan potensi tinggi," pungkas Kataoka-San.
| Editor | : | Iday |
KOMENTAR