Ia menambahkan bahwa pencapaian dan keunggulan kompetitif di pasar ekspor ini berakar pada
fokus utama operasional perusahaan yang berpedoman pada SEQCD, yakni:
• Safety (Keselamatan): Keselamatan pekerja dan fasilitas selalu dijaga bersama demi
keamanan seluruh pihak.
• Environment (Lingkungan): Bridgestone Indonesia KP baru saja meraih penghargaan
peringkat "Emas", sementara BP (Bekasi Plant) meraih peringkat "Hijau" dari Kementerian
Lingkungan Hidup.
• Quality (Kualitas): Dengan filosofi "tires carry life" atau "ban membawa kehidupan",
standar kualitas dan keselamatan ban Bridgestone di Indonesia dipastikan sama persis
dengan yang ada di Jepang.
• Cost (Biaya): Pengelolaan biaya yang efisien menjadi kunci keberhasilan peningkatan
alokasi ekspor perusahaan.
• Delivery (Pengiriman): Ketersediaan ban selalu dijaga agar dapat memenuhi kebutuhan
konsumen di berbagai wilayah.
“Prof. Yassierli menaruh apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Bridgestone Indonesia yang telah
mempraktekkan filosofi 4P (Policy, People, Process, Product) dalam upaya peningkatan
produktivitas kerja beserta beberapa contoh inovasi perbaikan ergonomi di tempat kerja, dan
beliau mengharapakan bahwa ‘best practice’ tersebut, dapat juga dipelajari dan diterapkan oleh
perusahaan-perusahaan lain di Indonesia,” ujar Direktur HRGA (Human Resources & General Affairs) Bridgestone Indonesia, Yunus Triyonggo.
Yunus menambahkan kesepakatan PKB ke-16 Bridgestone Indonesia ini diharapkan semakin
memperkuat pijakan perusahaan sehingga dapat berdiri lebih kokoh dan siap untuk menyongsong
masa depan.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR