Hasilnya mengejutkan, Rizal mendapati ada tiga kendaraan yang terdaftar atas namanya, padahal ia tidak pernah membelinya.
"Setelah dicek, ternyata ada dua unit mobil dan satu motor atas nama saya."
"Padahal yang benar-benar milik pribadi hanya satu, yaitu Toyota Kijang solar. Sisanya, satu unit Ferrari dan satu Honda GL 200 itu bukan milik saya," ungkap Rizal usai memberikan keterangan di ruang Satreskrim Polres Kuningan.
Pencatutan identitas ini bukan perkara sepele bagi Rizal.
Sebagai seorang guru honorer, ia mengaku sangat khawatir jika harus menanggung kewajiban pajak kendaraan mewah yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
"Kami khawatir harus menanggung pajak ratusan juta, padahal tidak pernah membeli. Ini sangat merugikan finansial dan mental kami," ujarnya.
Baca Juga: Pedagang Dapat Saingan, Ferrari Niat Dagang Mobil Bekas di Indonesia
Tak ingin masalah berlarut, Rizal mengikuti saran petugas Samsat untuk segera memutus keterkaitan identitasnya dengan kendaraan-kendaraan tersebut.
"Petugas menyarankan untuk diblokir saja. Akhirnya saya langsung lakukan pemblokiran melalui aplikasi agar tidak terus berjalan atas nama saya," katanya.
Selain masalah pajak, Rizal juga cemas identitasnya disalahgunakan untuk tindak kriminal atau kepentingan ilegal lainnya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Saya berharap kasus ini bisa segera diusut tuntas oleh pihak kepolisian agar diketahui siapa pelakunya, dan jangan sampai menimpa warga lainnya," tutupnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR