Akbar di dalam unggahan tersebut kepada beberapa pihak seperti dealer BYD di Sudirman, lembaga pembiayaan Clipan Finance dan Asuransi Mag.
Ketiganya dianggap saling lempar tanggung jawab ketika mobil listrik yang dibeli pada Desember 2025 bermasalah.
BYD Seal Premium miliknya mengalami goyang saat dikendarai dan ditangani bengkel resmi.
"Ternyata mereka salah analisa dan jogetnya makin parah. Dua bulan lebih mobil saya tak jelas nasibnya," bilang Akbar.
Kini memasuki bulan ke-4, tepatnya Maret Akbar mengambangkan cicilan namun tetap dibayarnya.
"Masuk April ini saya tak mau bayar. Pihak leasing seperti orang gila menelepon menagih menggunakan puluhan nomor," bilangnya.
Per 10 April, Akbar dikirim surat peringatan pertama.
"Jika kalian mau tarik mobil itu, sekarang mobil itu ada di kantor kalian atau di bengkel payah yang kalian pilih," kesal Akbar.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR