Kombinasi mesin dan transmisi tersebut dirancang untuk menghasilkan perpindahan tenaga yang lebih halus.
Hasilnya, respons berkendara terasa lebih optimal di berbagai kondisi jalan.
Baca Juga: The New Mazda CX-60 Sport Resmi Diperkenalkan di Ajang IIMS 2026
Menariknya, desain piston pada mesin Skyactiv juga dibuat berbeda.
“Yang membedakan lagi bahwa pistonnya di tengah itu ada lubang, jadi dia pembakarannya akan lebih optimal tanpa menambah emisi,” jelasnya.
Desain tersebut membantu proses pembakaran jadi lebih sempurna.
Efeknya, tenaga meningkat namun emisi tetap lebih rendah.
Selain itu, panas dari mesin juga lebih cepat tersalur sehingga kinerja mesin lebih stabil.
Teknologi ini menjadi salah satu alasan Mazda tetap mempertahankan mesin konvensional dengan efisiensi tinggi.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR