Baca Juga: Prabowo Busung Dada di Depan Pebisnis Jepang, Yakin Tahun Ini Solar B50 Tercapai
Harris menambahkan, percepatan program ini tidak terlepas dari kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global.
"Ini momentum yang tepat untuk memaksimalkan energi dalam negeri dan mengurangi konsumsi BBM," kata dia.
Adapun implementasi B50 diharapkan mampu menekan konsumsi solar nasional hingga sekitar 4 juta kiloliter, dengan potensi efisiensi mencapai Rp 48 triliun.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penerapan B50 akan dimulai pada 1 Juli 2026, sebagai respons atas potensi gejolak harga energi imbas perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus menekan penggunaan bahan bakar fosil.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR