"Ketika ekosistem, mulai dari kendaraan hingga stasiun pengisian daya dan jaringan layanan, dikembangkan secara sistematis, kepercayaan konsumen untuk beralih ke mobilitas listrik akan meningkat," ungkap Dr. Le Hoang Nam, dikutip dari rilis (03/04).
Berbekal kesuksesan di pasar domestik Vietnam, VinFast membawa model bisnis yang serupa untuk berekspansi secara agresif ke pasar Indonesia.
Strategi utama di Indonesia berfokus pada optimalisasi total biaya kepemilikan agar tetap terjangkau bagi konsumen lokal.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah model langganan baterai yang bertujuan menekan harga pembelian awal kendaraan listrik secara signifikan.
VinFast juga meluncurkan promosi gratis biaya langganan baterai selama dua tahun untuk setiap pembelian unit sebelum 31 Mei 2026.
Program ini dirancang dengan ketentuan batas jarak tempuh 2.000 kilometer per bulan demi menjaga keseimbangan manfaat pelanggan dan keberlanjutan bisnis.
Di Indonesia, VinFast menawarkan lini produk yang beragam mulai dari tipe VF untuk individu hingga lini Green untuk segmen komersial.
Ekspansi ini turut didukung oleh pembangunan jaringan dealer, fasilitas pengisian daya gratis di stasiun V-Green, serta upaya lokalisasi rantai pasok.
Hadir juga program "Trade Gas for Electric" dari Vingroup memberikan diskon tambahan bagi pelanggan yang bersedia beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin.
Melalui strategi terintegrasi ini, VinFast optimis dapat mereplikasi kesuksesan besar mereka di Vietnam untuk memimpin transisi energi di Indonesia.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR