GridOto.com - Pasar kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia menunjukkan sinyal pertumbuhan, namun di sisi lain masih menyimpan tantangan pada sisi produksi.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), jumlah produksi PHEV pada Februari 2026 tercatat 185 unit, sementara permintaan pasar dalam bentuk wholesales mencapai 651 unit.
Artinya, pasokan kendaraan plug-in hybrid masih tertinggal dibandingkan kebutuhan pasar, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan antara produksi dan permintaan di segmen ini.
Di tengah kondisi tersebut, penjualan PHEV sendiri justru menunjukkan tren peningkatan.
Total wholesales pada Februari 2026 mencapai 651 unit, naik sekitar 30 persen dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 502 unit.
Kenaikan ini mengindikasikan bahwa minat konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi jenis plug-in hybrid mulai meningkat di pasar otomotif nasional.
Dominasi pasar PHEV saat ini masih dipegang oleh merek Tiongkok.
Dari total penjualan 651 unit pada Februari 2026, Chery menyumbang 457 unit atau sekitar 70,2 persen pangsa pasar.
Kontribusi tersebut sebagian besar berasal dari model Chery Tiggo 8 CSH Premium yang mencatatkan 339 unit wholesales, menjadikannya model PHEV dengan penjualan terbesar saat ini.
Baca Juga: Tak Mau Konsumen Ragu Beli PHEV, Jaecoo Fokus Amankan Aftersales
Selain Chery, beberapa merek lain mulai memperkuat kehadiran di segmen ini.
Wuling mencatatkan 109 unit penjualan, sementara Jaecoo menyumbang 78 unit.
Seiring meningkatnya minat pasar, jumlah model PHEV yang diproduksi lokal dalam bentuk completely knocked down (CKD) juga mulai bertambah dalam periode 2025–2026.
Beberapa model yang sudah diproduksi atau disiapkan untuk produksi di Indonesia antara lain Chery Tiggo 8 CSH, Chery Tiggo 9 CSH, Wuling Darion, Jaecoo J7 SHS, Jaecoo J8 SHS, Geely Starray EM-i, serta GAC E9.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan segmen hybrid konvensional, pasar PHEV masih tergolong niche.
Pada periode yang sama, produksi kendaraan hybrid tercatat mencapai sekitar 8.131 unit, jauh lebih besar dibandingkan produksi PHEV yang masih ratusan unit.
| Editor | : | Dida Argadea |
| Sumber | : | Gaikindo |
KOMENTAR